Sikap Arogan Kepala UPTD PSDA WS Citanduy Mendapat Kecaman Keras Lembaga Publik

TASIKMALAYA||Pelita Online||,- Sikap arogansi yang ditunjukan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai (WS) Citanduy, akhirnya mendapat kecaman keras sejumlah lembaga publik.

Menanggapi pemberitaan pelitaonline.co.id “Berhasil Ditemui, Kepala UPTD PSDA WS Citanduy Luapkan Amarah”, ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Ge-RAK) Jabar, Wahyudin R mengungkapkan keprihatinannya atas sikap serta prilaku arogansi Kepala UPTD PSDA WS Citanduy itu.

“Semestinya, ketika rekan media itu datang dengan maksud dan tujuan untuk konfirmasi, akan lebih baik ditanggapi dengan dialog santai sambil ngopi,” ungkap Wahyudin, Selasa (7/11/2023).

Sebab menurut Wahyudin, sebagai Aparatur Negara (ASN) yang diberi amanah dalam sebuah jabatan strategis, sudah seharusnya menunjukan sikap yang ramah dalam memberikan pelayanan kepada siapapun yang datang, termasuk kepada rekan media.

“Sebagai Kepala UPTD, ia semestinya sadar, jabatan yang melekat pada dirinya itu adalah amanah, dan menjadi pelayan masyarakat bukan dilayani masyarakat. Jadi tidak boleh sombong terlebih arogan ketika menduduki sebuah jabatan, tutur Wahyudin.

Karena kata Wahyudin, jabatan itu juga adalah titipan yang bersifat sementara. “Kalau memang sudah tidak mampuh melayani, maka lebih baik mundur dari jabatan tersebut,” cetus Wahyudin.

Dihubungi di hari yang sama, kecaman keras pun secara gamblang terkemuka dari Ketua Pelaksana Harian LSM Barisan Semut Merah Indonesia (BASMI) DPP Jabar, Moch Elvin Yos.

Menurutnya, terkait sikap arogansi Kepala UPTD PSDA WS Citanduy itu sudah saatnya Bey Machmudi selaku plt Gubernur Jabar bertindak tegas terhadap lembaga dibawah kepemimpinan Dikky Achmad Sidik selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar.

Dikatakan Elvin, sapaan akrab aktivis 98 itu, tindakan tegas yang harus dilakukan plt Gubernur Jabar itu dapat diawali dari adanya arogansi seorang pejabat hingga mengarah pada hasil-hasil pekerjaan fisik yang terdapat di setiap UPTD dibawah Dinas SDA Provinsi Jabar.

Saya menduga, banyak kecurangan, ketidak beresan di lembaga Dinas SDA Provinsi Jabar tersebut dalam menangani proyek-proyek dari tahun ke tahun-nya, ungkap Elvin.

Selanjutnya saya pun berharap, pihak aparat penegak hukum (aph) baik dari tipikor Polda Jabar maupun Kejati Jabar sudah saatnya berani mengambil langkah-langkah hukum dalam menanggapi laporan-laporan dari lembaga publik.

“Hal-nya baru-baru ini Kejaksaan Kota Tasikmalaya yang terbilang berani menangkap dan menjebloskan ke penjara rekanan kontraktor, konsultan dan pejabat PUTR Kota Tasikmalaya,” tegas Yos Elvin.

Sementara sampai berita ini ditayangkan, Dikky Achmad Sidik selaku Kadis SDA Provinsi Jabar yang dimintai konfirmasi melalui humas dinas SDA ihwal arogansi kepala UPTD PSDA WS Citanduy, belum juga memberikan keterangannya. ||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *