TASIKMALAYA||Pelita Online||,-Harga beras di pasaran yang masih bertahan dikisaran harga Rp 17 ribu hingga mencapai Rp 19 ribu/kg, ternyata tak terlalu membawa pengaruh terhadap bagi para petani di Kota Tasikmalaya.
Kata siapa harga jual gabah dari para petani tidak ada kenaikan dan masih tetap bertahan dengan harga lama, justru harga jual gabah dari para petani juga sudah ada sedikit kenaikan secara signifikan.
“Kini harga gabah basah sudah ada sedikit kenaikan, yang semula harga tertinggi dikisaran Rp 5.500 per kilogram kini harga tertinggi diterima Rp 6.700 per kilogram,” kata Ir. Uca Sekdis Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Kamis (22/2/2024).
Asal tau saja, kenaikan harga beras akibat dampak elnino di enam bulan belakangan ini sudah merupakan kenaikan harga secara nasional. Sehingga, sangat tidak mungkin kalau harga gabah masih tetap bertahan, kata Uca.
Bahkan kemungkinan besar, di musim panen nanti sekitar bulan April harga gabah basah bisa mencapai Rp 8.000 dan harga gabah kering mencapai Rp 10 ribu. terang Uca.
Bisa saja, harga gabah yang disebutkan masih bertahan dengan harga gabah yang lama, itu adalah hasil panen terdahulu sebelum adanya kenaikan harga beras, kata Uca kepada pelitaonlineco.id ketika ditemui di ruang kerjanya.
“Jadi tek perlu anehlah, ini merupakan kenaikan secara nasional, akibat dampak dari elnino yang panjang sebelumnya,” terang Sekdis yang diketahui tak lama lagi memasuki masa purna tugasnya.
Sementara di konfirmasi sebeleumnya, para petani yang ada di blok Parakannyasag, Kecamatan Indihiang mengakui, kalau harga gabah hasil panen terdahulu sekitar bulan Januari mengaku masih dengan harga lama dikisaran Rp 5.500 per kilogram.
“Musim tanam ayeuna nuju ngarambet keneh pak, panginten sasih April nembe tiasa panen (musin taman sekarang masih dalam pembersihan rumput dan pembersihan gulma pak, mungkin sekitar bulan April nanti baru bisa panen)” ungkap Iyoh (69) salah seorang petani di blok Parakannyasag, Indihiang Kota Tasikmalaya. (tommy riyaldi)





