oleh

Proyek Tanpa Papan Nama Ruas Benda-Sukabumi-Rajamandala Banyak Telan Korban

Sudah memasuki tahun 2022 galian bahu jalan di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi belum juga dilakukan pengecoran. (poto: tom)

SUKABUMI|PELITA ONLINE|Proyek pengerjaan pelebaran jalan nasional ruas Benda-Sukabumi-Rajamandala banyak menelan korban. Seorang pengendara motor terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit setelah terjatuh karena motor yang dikendarainya terpeleset dan nyungseb ke lubang galian pelebaran jalan yang terdapat di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi . Insiden ini terjadi sekitar akhir tahun 2021 lalu.

Rusdi (31), salah seorang saksi mata saat itu menyebut, dari pengakuan korban kepadanya, saat itu korban baru pulang dari pengajian dan hendak ke arah Sukabumi Kota.

“Teu katingali aya galian di pinggir jalan. Poek sareng teu aya rambu rambu deuih,” ucap Rusdi menirukan perkataan korban. Tak berselang lama, kerabat korban datang dan langsung membawanya ke Rumah Sakit.

Akibat kecelakaan itu, sepenglihatan Rusdi, kaki kanan korban mengalami luka robek menganga. Selama di lokasi, darah korban juga terus mengucur.

“Informasi yang saya ketahui dari saudaranya, korban bernama Mimih. dan berdomisili di Sukabumi Kota,” pungkas Rusdi.

Saat pelitaonline.co.id mencoba datang langsung ke lokasi kejadian Jum’at (14/1/2022), galian disisi kanan kiri bahu jalan disekitaran wilayah Cibadak tersebut masih nampak dalam kondisi seperti kubangan lantaran belum dilakukannya pengecoran.

Beberapa warga disepanjang proyek galian bahu jalan tersebut tak sedikit yang mengaku kesal lantaran menganggu kenyamanan mereka.

Dalam pengakuannya, disamping menganggu usaha mereka juga hampir tiap hari ada saja yang terperok ke lubang galian.

Tidak hanya yang terperosok, korban meninggal terlindas truk pun ada. Namun bukan disebabkan oleh galian, tetapi lebih disebabkan menghindari jalan rusak.

“Tidak begitu jauh dari sini pak. Yakni disekitaran wilayah Pangadegan masih masuk dalam wilayah Kecamatan Cibadak,” ungkap salah seorang pegadang ayam potong disekitar pasar Cibadak.

Ditanya siapa pelaksana proyek pekerjaan galian bahu jalan tersebut, penjual ayam potong yang mengaku warga Sekarwangi, Cibadak tersebut tidak tahu menahu. Hanya saja dalam pengakuannya, galian ini sudah ada sejak tahun 2021 lalu. Namun sampai sekarang masih dikerjakan, tapi pengerjaannya dilakukan malam-malam, ungkapnya.

Guna memastikan banyaknya titik pekerjaan galian pelebaran di ruas jalan nasional Benda-Sukabumi-Rajamandala, pelitaonline.co.id pun coba menelusurinya mulai dari wilayah Benda Kabupaten Sukabumi yang mengarah ke Bogor.

Penelusuran yang dilakukan pelita online mulai dari wilayah Benda mengarah ke Cianjur tersebut tidak nampak adanya pekerjaan galian untuk pelebaran, namun sepanjang antara Benda sampai Cibadak cukup banyak ditemui kerusakan jalan sesuai tingkatannya.

Di wilayah Benda misalnya. Disekitaran KM BDG 130 sampai KM BDG 129 terdapat banyak penurunan badan jalan, hingga membuat badan jalan ada yang tinggi dan pula rendah, dengan kondisi aspal di badan jalan menggelembung. Hingga cukup dirasahkan kalau kerusakannya seperti itu sangat menganggu perjalanan dan cendrung membayakan pengendara baik roda dua maupun roda empat dalam berpindah lajur.

Memasuki wilayah Parungkuda antara KM BDG 117, sampai 115 tingkat kerusakannya berbeda, di ruas tersebut selain banyaknya jembatan yang tidak terpelihara juga banyak ruas jalannya mengalami pengelupasan aspal dan berlubang. Barulah memasuki wilayah Cibadak ditemukan pekerjaan galian yang banyak menelan korban tersebut.

Tak sampai disitu, dalam waktu yang sama pelita online pun terus menelusuri hingga ke Rajamandala, Kabupaten Cianjur.

Dalam penelusuran, kondisi galian yang belum dilakukan pengecoran terdapat juga di wilayah Warung Kondang, Kabupaten Cianjur dititik ruas antara Sukabumi dan Kabupaten Cianjur ini tak kalah membahayakan. Disamping tidak ada rambu, juga minim penerangan jalan.

Sebagaimana diketahui, pekerjaan pelebaran bahu jalan yang telah nampak dilakukan perkerasan dengan konstruksi rigid beton baru terlihat di wilayah Rajamandala, namun sebagaian kondisinya sudah ada yang mengalami pecah dan retak.

Begitupun papan proyek, pelita online tak melihatnya sehingga, informasi tentang proyek itu seperti: Nilai kontrak, jenis pekerjaan, masa kerja dan nama perusahaan pelaksananya tidak diketahui.

Hanya saja informasi yang diterima pelita online dari petugas perhubungan Kabupaten Cianjur menyebutkan, kalau ruas jalan Benda-Sukabumi-Rajamandala adalah kewenangan Kementerian PUPR. Biasanya ada PPK nya yang menanganinya. |tommy|

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *