Proyek Pelabaran Geometrik Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun Masuki Tahap Persiapan

Salah satu ruas jalan Soreang-Rancabali-Cidaun.

BANDUNG|Pelita Online|Berbagai pihak, saat ini tengah melakukan persiapan jelang pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan l-Rancabali-Cidaun atau SRC setelah pihak pemerintah dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat selesai penandatanganan kontrak bersama PT. Hutama Karya (Persero) selaku yang dipercaya untuk mengerjakan proyek Penanganan Pelebaran dan Perbaikan Geometrik Jalan nasional ruas Soreang-Rancabali-Cidaun yang membentang sepanjang tidak kurang dari 85 kilometer mulai dari Kab. Bandung hingga Kab.Cianjur bagian selatan Provinsi Jawa Barat.

PPK 2.5 Ilham Khalifah, ST. MT yang belum lama ini dipercaya menangani ruas Soreang Rancabali Cidaun menyatakan, kalau proyek Penanganan Geometrix Jalan Soreang-Rancabali-Cidaun ini belum di mulai, semuanya baru tahap memasuki persiapan.

“Jadi belum bisa saya sampaikan secara teknisnya, karena kita juga sebulan kedepan ini masih dalam persiapan segalanya, termasuk personil”, ujar Ilham dalam jawabannya saat dihubungi melalui Pelita Online, Senin (11/7/2022) pagi.

Yang saya tau, tujuan utama dari pelaksanaan
pelabaran geometrik jalan Soreang-Rancabali-Cidaun
ini adalah untuk meningkatakan dan menjaga kondisi jalan nasional agar tetap layak dan menuju standar sehingga mobilisasi kendaraan dapat berjalan dengan baik, ujar Ilham yang sebelumnya selaku PPK 4.4 ini.

Sepengetahuan saya pula, lanjut Ilham, ruang lingkup pekerjaan utama pelabaran geometrik jalan Soreang-Rancabali-Cidaun
ini meliputi perbaikan jalan sepanjang 60.11 km, drainase sepanjang 2.55 km, jembatan sepanjang 26.90 m dan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 84.05 km serta jembatan sepanjang 376.3 m dengan waktu pengerjaan sekitar 2,5 tahun sejak ditandatanganinya kontrak, jelas PPK yang cukup berpengalaman menangani geometrik jalan ini, diantaranya geometrik tanjakan Gentong Kabuoaten Tasikmalaya ini.

Sementara dalam siaran pers-nya KSO HK-Abipraya telah menyiapkan strategi dalam menangani peroyek pelebaran geometrik jalan Soreang-Rancabami-Cidaun, sehingga diyakini kelak pekerjaan selesai sesuai waktu dan mutu.

Hal lain yang perlu dilakukan dalam penanganan, yakni dengan menggunakan struktur konstruksi perkerasan jalan yang khusus. Karena penggunaan aspal konvensional tidak direkomendasikan dengan kondisi geografis yang tidak terpapar sinar matahari langsung, ujar direktur operasi I Hutama Karya Novias Nurendra dalam siaran pers-nya.|tommy riyaldi|

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *