Proyek Drainase dan Trotoar Ruas Nagreg-Rajapolah-Tasikmalaya Ciamis Terancam Keterlambatan

TASIKMALAYA,||Pelita Online||-Memiliki waktu yang tidak lama lagi untuk bekerja, rupanya tidak membuat baik pihak penyedia bergerak cepat mengerjakan saluran drainase dan trotoar yang terdapat di ruas Nagreg-Rajapolah
-Ciamis yang masuk dalam wilayah kerja PPK 4.4.

Terbukti hingga mau memasuki bulan 11 ini, pihak penyedia diduga masih minus progress pekerjaan. Dengan kondisi itu, dikhawatirkan pengerjaannya akan molor dari waktu yang telah ditentukan serta dikhawatirkan juga akan berdampak pada kualitas pekerjaan.

Diketahui, terdapat di wilayah Indihiang Kota Tasikmalaya, galian untuk saluran drainase dibiarkan menganga dalam waktu relatif cukup lama. Sehingga, keberadaan lubang galian untuk drainase tersebut selain sudah digenangi air, juga cukup menganggu berbagai aktivitas termasuk usaha dagang warga sekitar.

Memasuki wilayah Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di depan Pasantren Idrisiyyah juga diketahui progres pengerjaan trotoar dan saluran drainase cukup berjalan lambat. Padahal memasuki bulan November 2022 ini pengerjaan seharusnya selesai.

Informasi yang didapat di lokasi proyek, Senin 24 Oktober 2022, lambatnya pekerjaan trotoar dan saluran drainase dalam wilayah kerja PPK 4.4 itu lebih disebabkan kurangnya harian orang kerja dan lambatnya bahan material proyek nernilai miliaran rupiah itu.

Sebagaimana diketahui, dari sekitar 700 meter volume panjang trotoar yang akan dibangun dan 600 meter untuk pembuatan saluran drainase, itu hanya dikerjakan oleh 11 orang pekerja saja.

Hal itu pun cukup dibenarkan oleh para pekerja harian, kalau di lokasi itu hanya terdapat 11 orang saja yang bekerja, Senin (24/11/2022).

Hal lain pun yang perlu mendapat perhatian serius pihak penyedia maupun PPK adalah disaat melakukan pengecoan, semestinya pengecoran bagian trotoar hendaknya dilakukan pagi hari sehingga menjelang siang hasil cor berangsur mengering.

Tetapi pada kenyataannya, pengecoran kerap dilakukan sore hari. Sehingga, dengan cuaca hujan yang sering dan tinggi hasil coran kembali harus tertimpah air hujan.

“Bukannya kita tidak mau melaksanakan pengecoran dipagi hari, tetapi bahan material sudah beberapa pekan ini datangnya di sore hari,” sangga pekerja lainnya diselah-selah waktu istirahatnya.

Diketahui, lambatnya pekerjaan di lokasi itu didapati dengan masih terlihatnya besi waremash pada lantai trotoar yang belum tertutup coran.

Masih dalam wilayah kerja PPK 4.4 tepatnya di ruas Rajapolah-Ancol KM BDG-103, dimana pekerjaan drainase dengan konstruksi beton u-ditch yang dinilai telah rampung 100% itu ternyata ditemui banyak kekurangannya.

Diantaranya pemadatan di kedua sisi u-ditch juga terlihat masih banyak yang belum diisi dengan bahan material sehingga masih terlihat beronggah dan sambungan antar u-ditch pun masih terdapat yang belum disemen.

Sampai berita ini diturunkan, PPK belum berhasil dikonfirmasi, meski telah dihubungi melalui pesan Whats App.|tommy riyaldi|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *