Proyek Pembangunan KCD Pendidikan Wilayah XII Perencanaannya Setengah Matang

TASIKMALAYA|Pelita Online|Proyek pembangunan gedung Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII menuai kekecewaan. Kekecewaan mengemuka ditengah deru buldoser mencungkil batu, suara martil dan pahat saling beradu memecah batu batu yang dinilai dapat memicu lajunya pembangunan gedung berukuran 33×35 meter itu.

Dinas Pendidikan Provinsi Jabar bergeming, proyek pembangunan degung KCD Pendidikan Wilayah XII terus dilanjut, meski perencanaan keseluruhannya belum rampung. Banyak kalangan menilai pengerjaan gedung KCD Pendidikan yang dianggarkan dengan nilai
Rp. 5.4 miliar itu dijalankan dengan perencanaan setengah matang. Anggaran sebesar itu belum termasuk biaya pematangan lahannya saja memakan waktu selama dua bulan.

Selain minim sosialisasi, pengerjaannya pun terkesan dipaksahkan dan koordinasi antara pihak penyedia jasa dengan PPK tidak terjalin baik. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan ke Pelita Online pun kadang tak sama, satu tim tapi beda suara.

Demikian juga dengan para pengelola pendidikan yang ada di KCD Pendidikan Wilayah XII, mereka gagap saat ditanya sudah sejauh mana progres pelaksanaan proyek pembangunan gedung baru KCD Pendidikan Wilayah XII tersebut.

Sampai saat ini pembangunan gedung baru KCD Pendidikan Wilayah XII tidak diketahui pasti perkembangannya oleh para pengelola pendidikan yang duduk mengemban tugas di KCD Pendidikan Wilayah XII.

General Superintendent
(GS) dari CV. Mandiri Jaya Abadi yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan mengaku pusing tak kalah perkerjaan yang ditanganinya itu sampai saat ini masih harus berkutat dengan urusan batu yang terdapat di dalam kandungan lahan garapannya.

Tidak usah menanyakan progres hasil pekerjaan lah di proyek pembangunan gedung KCD Pendidikan Wilayah XII ini. Masih untung kami dapat memindahkan batu-batu besar ini, katanya ditemui Pelita Online di lokasi proyek, Rabu (24/8/2022) dengan nada sedikit berang dan kecewa.

Dalam pernyataan, sebenarnya di titik lokasi ini, atau tepatnya dilahan yang dibangun ini tidak layak untuk ditenderkan. Tapi apa boleh buat, saya tidak mau kalau saya sebagai orang lapangan tidak mau dikatakan tidak bisa kerja.

Meski pada awalnya saya tidak dilibatkan dalam mutual check MC mulai dari 0%, lantaran saya sendiri baru pulang dari Kupang menyelasiakan pembangunan gedung 5 lantai disana setelah sebelumnya di Bima, Riua Papua dan Bali yang juga building.

Semuanya gedung diatas empat lantai yang saya tangani di luar pulau Jawa tersebut dan selesai sesuai waktunya karena tidak serumit ini. “Tapi disini masa Allah, proses pematangan lahannya saja memakan waktu dua bulan”, kata pria bernama Pendi yang nyentrik dengan tampilan rambut gondrongnya tersebut.

Bukannya saya mau menyombongkan keahlian, kalau hanya membangun gedung dua lantai berukuran sebesar ini bagi saya cukup cetek lah. Tapi dengan catatan perencanaan awalnya harus benar-benar matang, ungkap pensiunan PUPR ini.

Rencananya, Rabu 31 Agustus ini proyek pembangunan gedung baru KCD Pendidikan ini akan dilakukan PCM (Pre Construction Meeting). Bagi saya sah-saja, tapi musyarawarah di PCM harus menghasilkan kesepatan bersama, terutama terkait
kendala-kendala yang tidak terdeteksi sejak awal, ungkap Pendi.

Agar nantinya dalam berita acara dengan membicarakan kendala-kendala yang tidak terdeteksi sejak awal akan mengahasilkan produk akhir sesuai dengan yang disepakati pada PCM, tambah Pendi.

Harapan saya, pertama pengolahan lahan itu tidak layak disatukan pada program pembangunannya. Selanjutnya dalam pemetaan lahan itu ada bubgeting-nya tersendiri. Dan yang tak kalah penting,
kalau pun budgeting tidak ada penyesuaiannya minimal ada perpanjangan waktu kontrak lah diluar adendum, katanya. |tommy riyaldi|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *