Mutu Hotmix PT. Jati Gede Indah pada Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Sumedang- Situraja Diduga Buruk

SUMEDANG,||Pelita Online||,- Kualitas hotmix pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala jalan provinsi ruas jalan Sumedang-Situraja dalam wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan IV (UPTD-PJJ Wipel-IV) dinilai buruk.

Pasalnya, dalam hitungan hari setelah ditarget selesai H-10 jelang Lebaran proyek senilai Rp8,1 miliar yang dikerjakan oleh PT. Jati Gede Indah itu hotmix-nya sudah nampak terlihat berpori dan cukup “ngepruy” alias rapuh.

Kondisi tidak mutu-nya hotmix yang diterapkan tersebut bisa dilihat disepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Yang mana, butiran-butiran hotmix-nya cukup mudah sekali terkelupas. Sekalipun hanya “diguar-guar” dengan tangan.

Hal inilah yang membuat kuat dugaan, bahwa hotmix yang digunakan untuk melapis ulang jalan ruas jalan Sumedang- Situraja

tersebut dinilai tidak mutu dan cenderung buruk.

Belum pula pada badan jalan, hasil pantauan Pelita Online sudah terdapat beberapa bagian yang sudah mulai kelihatan retakan. Sehingga menambah kuat dugaan, selain mutu hotmix yang tidak berkualitas, juga agregat untuk penguat lapisan bawahnya maupun sistem gilas-nya yang kurang tepat.

Selain mutu hotmix yang diduga kurang kualitas, lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini UPTD PJJ Wipel-IV selaku pengawas teknis dan administrasi juga menjadi pemicu buruk hasil konstruksi yang didapat pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala jalan ruas jalan Sumedang- Situraja tersebut.

Hal ini cukup dibenarkan oleh beberapa orang warga disekitaran lokasi proyek yang berhasil dimintai keterangan oleh Pelita Online, pada Senin (1/5/2023) pagi.

Dadan Bardan yang biasa disapa Dadan Oray, salah satu warga Ganeas Kabupaten Sumedang, yang berhasil ditemui mengatakan tak pernah menemui atau melihat orang yang berseragam PU saat pelaksanaanya.

Padahal, saat mulai pelaksanaannya sampai akhir sekitar 10 hari mau Lebaran saya kerap melintas ruas jalan Sumedang- Situraja Bahkan mulai dari titik awalnya yang berada di Desa Rancamulya, Kec. Sumedang Utara sampai Desa Cikoneng, Kec. Ganeas hingga Situraja, tak pernah melihat adanya orang-orang berseragam PU yang stand by saat pelaksanaan gelar hotmix, aku Dadan.

Lain halnya dengan Didim, salah satu pengguna jalan itu yang menilai hasil pengerjaannya terkesan asal jadi. Hal ini dilihatnya dari banyaknya butiran-butiran hitam hotmix yang “muruluk” ke bagian bahu jalan.

“Akan tetapi, meski begitu lumayan juga lah dari pada sebelumnya yang kurang mulus,” ungkap Didim yang mengaku penyuplay barang warungan dengan menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat transportasinya.

Hingga berita ini ditayangkan Pelita Online, pihak Penyedia Jasa (PJ) maupun PPK pada UPTD PJJ Wipel-IV belum dapat dikonfirmasi, lantaran belum berhasil ditemui. (tommy riyaldi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *