Maknai Maulid dengan penggunaan waktu demi waktu

Catatan kecil : Emang Oleh

BANDUNG, |Pelita Online|-Waktu termasuk jam, hari, jaman, masa dan umur akan terus berlalu dan kemungkinan
tidak bermakna kalau kita lalai terhadap
waktu. Demi waktu ! : bersumpah dgn waktu.

Allah SWT berfirman ” Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar2 berada dalam kerugian, kecuali orang2 yang
beriman dan mengerjakan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.(Qs. Al-Ashr,
103 : 1, 2 dan 3 ). “Maknanya ambang batas
atas manusia wajib bersyukur dan ambang batas bawah manusia wajib bersabar.Dengan bersyukur dan bersabar hati n raga menjadi bahagia”(pesan Ust Deni Slamet R).

Apabila bapak / ibu pergi ke wilayah
Priangan Timur, pasti melewati Pudunan
Nagreg (bukan Nagrek) dan dipinggir jln sebelah kiri ada Masjid Uswatun Hasanah
dan di gapura Masjid ada tulisan” Fa aina tadzhabuun “(Qs. 81 : 26 ) artinya:”Maka kemanakah kamu akan pergi ?”.Tulisan yang mengandung makna dan visioner jauh kedepan tentang kamu akan pergi kemana,
pastinya akan menghadap Illahi Robbi Alloh SWT.

Masjid Uswatun Hasanah berada di Kampung Paslon,Desa Ciherang Jln Raya Nagreg, berdiri 17 – 8- 1950. Saran Ir Soekarno agar masjid bertahan ratusan tahun. Fa aina tadzhabuun intinya tentang penggunaan waktu/masa/umur harus benar2 dimanfatkan sebaik2nya sebab kamu kemana akan pergi ?. Pastinya dengan waktu/masa umur kita yg tersisa,
yang kita miliki, akan pergi menuju alam ke abadian / kalanggengan menghadap Illahi
Robbi Alloh Swt. Qs,81: 26 : Fa aina tadzhabuun menjadi perhatian dan referensi bagi mereka yg hilir mudik ke Garut (belok ke kanan) dan lurus (kiri) ke Ciawi, Tasik, Ciamis (Desa Lumbumg) Banjar dsbnya.

Dalam Al Quran banyak surat dan ayat yang menggunakan kata waktu seperti washolatu = demi waktu sholat , wal ashr = demi waktu, wad dhuha = demi waktu dhuha, wal fajr = demi waktu fajar n wal lail = demi waktu malam, yang masing2 mempunyai fungsi dan peranya untuk dilakukan oleh umat Islam.

Nabi Muhammad Saw mengatakan “ada dua macam nikmat yang di dalamnya manusia
tertipu yaitu dengan kesehatan dan waktu luang” (Hr. Muslim). Waktu sehat benar2 wajib dimanfaatkan dan termasuk waktu luang, diantaranya untuk kegiatan fastabiqul khoiroot dsbnya. Dr. Yusuf al – Qaradhawi mengatakan” bahwa kelak manusia akan amat menyesali sikapnya yang menelantarkan waktu/masa, umur, membuang kesempatan untuk beriman , bertobat dan beramal shaleh “Selanjutnya dia mengemukakan 3 hal yang berkaitan dgn waktu yaitu ” ke 1 saat penyesalan waktu kematian /sakaratul maut (QS Al- Munafikun, 63 :10 ).

Ke 2 penyesalan dalam neraka/azab (QS.Fatir,35:37).Ke 3, tentang ketaatan kpd Alloh SWT untuk menghadapi hari esok waktu kematian(QS. 59, : 18 – 19.).

Memang benar, dulu jadi guru -sebelumnya sedang kuliah juga udah mengajar – begitu happy, enjoy, hobi,
betah dan berjalan mulus2 n lurus2 saja bagaikan air mengalir, meskipun tantangan dan sedikit halangan ada saja.Tidak terasa ” ujug2″ waktu pensiun tiba juga. Ternyata n facta bahwa waktu: umur,masa, hari,
jaman terus berjalan tanpa kompromi, tanpa basa basi, seperti detak jantung dan bunyi jarum jam.

Sebuah syair Imam Syafei tentang :
Posisi waktu atau zaman
Sesungguhnya diriku
Di dalam dunia
Ibarat berlayar
Di tengah samudra
Duduk bernaung di bawah layar
Sedang zaman
Berjalan terus bersamaku

Ibnu Umar
Bila engkau berada di sore hari
Jangan menunggu datangnya pagi hari
Jika engkau di pagi hari
Jangan menunggu datangnya sore hari
Manfaakan waktu sehatmu sebelum sakitmu
Dan waktu hidupmu sebelum matimu.

Yes we cant memanfaatkan sisa2 waktu
hidup dan umur yang ada untuk bekal di
dunia dan di akhirat. Menurut jumhur ulama
kita ini sedang istirohat di bawah pohon yang rindang, untuk menuju perjalanan yang jauh dan lama serta pastinya wajib
mempersiapkan ” bekal ” yaiu Takwa.
Selamat memperingati dn mengenang
Maulid Nabi Muhammad Saw

Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *