Catatan : Ki Oleh
BAMDUNG,|Pelita Online- Langit Bumi Pasundan, sekarang ini dipenuhi lantunan umat yang berdzikir dan bersholawat meminta diberikan kesehatan, dan keselamatan oleh Allah SWT.
Permohonan umat meminta diberikan keselamatan dan kesehatan, seiring dengan merebaknya wabah Virus Corona Desease ( Covid-19) yang menimpa warga masyarakat, terpapar virus
Begitulah seharusnya manusia berhubungan dengan Allah SWT. Melalui kegiatan berdzikir dan sholawat pagi, siang, petang dan malam secara rutin dan taat secara ketat menjalankan peraturan Protokol Kesehatan (Prokes).
Kemudian manusia juga diwajibkan untuk berusaha/ihktiar untuk menghindarinya. Dengan mematuhi peokes, kita mendukung upaya pemerintah yang begitu hebat.
Salah satu upaya tersebut pemerintah sedang gencar-gencar nya memberikan vaksin kepada rakyatnya sebagai usaha pencegahan, penyembuhan dan termasuk diperketatnya pelaksanaan prokes dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)
Langit Bumi Pasundan penuh dengan lantunan umat yg berdzikir dan bersholawat memohon kepada Alloh SWTuntuk segera dihilangkan n dimusnahkan virus yg secara fisik tidak kelihatan (kecuali dengan alat canggih) tapi sangat2 menakutkan n mengerikan berukuran 150 nanometer dan mampu menggemparkan dunia dan juga mohon diampuni dosa-dosa kita.
Mengapa takut ?.Tidak boleh takut sebab urusan hidup, penyakit dan obat penyakit , kematian dan ajal adalah Allah SWT yg mengatur dan menentukan. Sekarang tugas manusia apa?.Tugas manusia wajib : berdoa, berusaha atau ihtiar,gunakan ilmu, sabar, jangan panik,jangan stres ,jangan sombong,jangan takabur dan wajib patuhi prokes dan PPKM secara ketat.
Paling penting manusia wajib mengubah dirinya menghadapi jaman “musibah ini”.
Allah berfirman ” innallaaha laa yugayyiru maa biqaumin hattaa yugayyiruu maa
bi anfusihim”(QS. 13 : 11). Langit Bumi Pasundan dipenuhi latunan umat yg berdzikir dan bersholawat.
Urusan mati Allah SWT berfirman dalam QS 3:185″Kullu nafsin dzaa’ iqatul -mauut”artinya setiap yg bernyawa akan merasakan mati “dan urusan ajal QS.7: 34 “wa li kulli ummatin ajal, fa izaa jaa’a ajaluhum laa yasta’ khiruuna sa’atawwwa laa yaastakdimuun artinya” dan setiap umat mempunyai ajal
Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun”.Serta QS. 10:49 artinya “Katakanlah Muhammad :Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan mudarat kepada diriku, kecuali apa yg Alloh kehendaki.
“Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun “.
Al Quran, surat dan ayat diatas memberikan gambaran dan dijadikan pegangan/sumber oleh umat Islam khususnya dan atau manusia (tua dan muda) pada umumnya bahwa kesehatan (healthy), mati dan ajal pasti datang,dirasakan oleh manusia dan merupakan ketentuan dan ketetapan yang pasti telah digariskan Allah SWT Ada ungkapan ” Watikal ayyamu nudawiluka bainannas “artinya”demikianlah hari-hari kami gilirkan diantara umat manusia”.Jelaslah bahwa Allah SWT telah dan akan menggilirkan secara bergantian :kematian dan ajal diantara manusia.Terbukti jaman sekarang setiap jam, hari ,minggu, bulan dan tahun shohib kita umat Islam dan umat manusia:muda,tua,ustadz/zah, ajengan, dai,pejabat, pengusaha, cendekiawan, para ahli, dokter,perawat semua terpapar dan mengalami kematian dan ajal.Kita berdoa Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun semoga mendapat tempat yg terbaik dari Allah SWT, Al Fatihah. Aamiinn.
Langit Bumi Pasundan dipenuhi lantunan suara umat yg berdzikir dan bersholawat,kita wajib mengimani seperti QS 10: 56″huwa yuhyii wa yumiitu wa ilaiihi turja’uun. Artinya DIA lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-NYA lah kamu dikembalikan”
Corona (covid 19) yg berukuran 150 nanometer sangat kecil mampu merusak tatanan kehidupan manusia sejagat raya.
Bidang Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Politik, Budaya ,sampai-sampai berimbas pada pola kegiatan peribadatan.
Umat berdzikir dan bersholawat untuk hidup n kehidupan yg sehat,tentram, sejahtera. Sebab manusia perlu tawazun (tawazara): keseimbangan antara kebutuhan hidup di dunia agar exiss n survive dan nanti di akhirat.
—





