Kepala UPTD PJJ Pelayanan V Sebut Tingkat Kerusakan Jalan Tersisa 17 Persen

TASIKMALAYA||Pelita Online||,- UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V adalah Unit Pelaksana Teknis di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar. Unit tersebut bertanggung jawab atas penyelenggaraan jalan provinsi dalam wilayah pelayanannya.

Memiliki panjang pelayanan tak kurang dari 286 kilometer yang tersebar di enam kabupaten/kota yakni Kab/Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar, Kab. Pangandaran dan Kab. Kuningan.

Keberadaan ruas jalan provinsi dalam wilayah pelayanan yang terus terjaga dan terpelihara, baik melalui pekerjaan pemeliharaan berkala jalan maupun pemeliharaan rutin jalan yang ditangani oleh empat Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ), tak pelak ruas jalan dalam wilayah pelayanannya sangat dirasahkan mamfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.

Sejahtera ekonomi mulai terasa secara signifikan oleh masyarakat sekitar yang terdampak pekerjaan
pemeliharaan berkala jalan maupun pemeliharaan rutin jalan. Demikian juga dengan pengguna jalan, terpantau nyaman merasahkan jalan yang telah memenuhi standar jalan provinsi.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pelayanan V, Kustoyo, ST mengatakan, 2023 UPTD PJJ Wilayah Pelayanan V menangani pemeliharaan berkala sepanjang 33,8 kilometer dari total sepanjang 286 kilometer.

Selebihnya, ditangani melalui pemeliraan rutin jalan dengan tujuan menjaga kondisi jalan agar tetap layak digunakan untuk memudahkan pengguna jalan menuju tempat wisata. Baik wisata alam, wisata religi maupun wisata pantai yang terdapat banyak harus melewati ruas jalan dalam wilayah pelayanannya.

“Kita jaga kondisi jalan, agar tetap layak dan menuju standar provinsi sehingga mobilisasi kendaraan dapat berjalan dengan baik,” kata Kustoyo saat ditemui Pelita Online disela-sela rehat makan siangnya, beberapa pekan lalu.

Kustoyo menambakan, kendati kegiatan utama pada paket penanganan pemeliharaan berkala 2023 sudah lama rampung, namun setidaknya kedepan ini kita masih punya tanggung jawab yang sama
dalam penyelenggaraan jalan dalam wilayah pelayanan sekitar 17 persen lagi, mudah-mudah dapat terakomodir di 2024 mendatang, ungkap Kustoyo mengakhiri obrolan.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *