TASIKMALAYA||Pelita Online||, Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala bertujuan meningkatkan kemantapan jalan. Selain itu, pemeliharaan berkala bertujuan untuk mendukung terciptanya aksesibilitas dan mobilitas agar setiap tempat yang memiliki potensi ekonomi bisa berkembang karena terhubung dengan nyaman,
sehingga hasilnya memiliki dampak yang sangat baik.
Demikian dikemukakan Kustoyo, ST selaku Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V menjawab pertayaan Pelita Online serangkaian pelaksanaan sebelas paket pekerjaan pemeliharaan berkala tahun 2023.
Dikatakannya, bahwa Wilayah Pelayanan V pada 2023 tidak hanya mendapatkan penugasan pemeliharaan berkala jalan provinsi saja, tetapi pihaknya mendapat juga penugasan khusus pembangunan jalan Kabupaten. Tepatnya ruas jalan Cineam-Singkup Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala UPTD Pelayanan V menambahkan, anggaran pemeliharaan berkala 2023 secara keseluruhan mencapai Rp58 milyar yang terdiri dari 11 paket pekerjaan fisik itu telah pula dapat meningkatkan kemantapan jalan provinsi dalam Wilayah Pelayanan V sepanjang 33,8 kilometer dan percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah Kabupaten.
Kustoyo menyampaikan, pelaksanaan pekerjaan paket pemeliharaan berkala itu sesuai kontrak yaitu Februari dan dimulai sekitar pertengahan Maret hingga berakhir Juli 2023. Kendati pemeliharaan berkala yang dilaksanakan 2023 ini cukup pendek-pendek. Namun setidaknya, kehadiran pemeliharaan berkala yang mulus dan nyaman sangat dirasahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengguna jalan di pasca Covid ini.
Selanjutnya untuk mengatasi kerusakan jalan berlubang Kustoyo menyebutkan, pihaknya melalui empat Satuan Pelayanan Pegelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) secara rutin melaksanakan gerakan sapu lubang sepanjang tahun hingga sampai saat ini.
TERSUPPORT:
Ditanya mengenai Wilayah Pelayanan V yang masih memiliki tanggung jawab perbaikan sekitar 17% lagi di 2024 mendatang, Kustoyo menerangkan kalau pihaknya telah mendapat support untuk perbaikan jalan ruas Panaekan/Goler.
Mengingat, pertimbangan strategis diajukannya ruas Panaekan/Goler merupakan ruas jalan provinsi yang selama ini berperan besar sebagai jalur lalu lintas kendaraan berat pendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). “Oleh karena itu, kerusakan-kerusakannya butuh perbaikan,” tambah Kustoyo.
“Ruas jalan Panekan/Goler ini merupakan rangkaian jalan provinsi ruas Tasikmalaya- Manonjaya, Manonjaya-Panaekan/Goler, Panaekan/Goler batas Kota Banjar yang keberadaannya bukan saja sebagai
strategis seperti berguna sebagai konektifitas pusat ekonomi masyarakat, melainkan berperan besar sebagai jalur lalu lintas kendaraan berat pendukung pembangunan PSN Bendungan Leuwikeris,” jelas Kustoyo.
Oleh karena itu, dari Rp170 milyar yang kita ajukan untuk perbaikan ruas jalan Panaekan/Goler melalui APBD Provinsi Jabar 2024 dapat support Rp50 milyar, jelas Kustoyo lagi.
Akan tetapi lanjut Kustoyo, bukan berarti ruas-ruas jalan provinsi yang ada dalam Wilayah Pelayanan V tidak diajukan, semua ruas Jalan Provinsi yang terdapat di 6 Kabupaten/Kota dalam Wilayah Pelayanan V semuanya sudah diajukan.
Termasuk ruas jalan provinsi yang terdapat di depan Terminal Tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya tak luput dari pengajuan, karena keberadaannya yang sudah butuh perbaikan, tandas Kustoyo mengakhiri pembicaraan.||tommy riyaldi||





