Jembatan Cibuniagung Kurang Terawat, Besi Railing Mulai Miring

TASIKMALAYA,||Pelita Online||Mungkin dianggap tidak begitu penting besi railling pada jembatan Cibumiagung yang terdapat di ruas jalan Tasikmalaya-Cipatujah itu, maka dibiarkan dalam kondisi miring dengan jangka waktu yang cukup relatif lama.

Padahal sebagaimana fungsinya realing merupakan pagar pengaman jembatan yang sengaja dibuat pada bagian sisi kiri dan kanan jembatan
dengan tujuan mengurangi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Disisi lainnya pada jembatan Cibuniagung yang juga tidak dianggap penting adalah batu prasasti. Saking tak dihargai pentingnya, nyaris jembatan yang berada di KM 124 itu tak dikenali lagi namanya, lantaran cat sebagai penjelas tulisan di batu prasasti itu mengalami kelunturan total.

Untung saja saat Pelita Online ingin memastikan nama sebenarnya dari jembatan itu sempat merekamnya dengan mata lensa Kamera manual HD 2023, hingga sedikit jelas terlihat dari hasil gambarnya kalau itu adalah jembatan Cibuniagung.

Masih dalam pengamatan media ini disepanjang ruas jalan provinsi Tasikmalaya- Cipatujah yang memiliki panjang tak kurang dari 60 kilometer itu, ternyata didapati juga banyak kondisi jembatan yang terlihat kurang perawatan.

Tentunya hanya melihat dan merekam sembari lewat saja, tak mungkin harus didekati dan turun hingga kolong jembatan melihatnya satu persatu memastikan konstruksi bagian bawahnya.

Kalau hanya untuk sekedar memastikan tidak terawatnya jembatan saya rasa cukup diketahui saja dari bagian atas halnya besi realing, kalau terlihat kusam warna kuningnya yang khas berarti jembatan tersebut lolos dari pemeliharaan pengelolanya.

Karena sebagaimana diketahui, anggaran pemeliharaan itu ada. Mengenai besar-kecilnya anggaran itu relatif ada alokasinya dari APBD Provinsi untuk pengelolaan jalan dan jembatan bahkan rutin setiap tahun anggaran.

Tapi anehnya, anggarannya rutin jembatannya kusam tak tersentuh cat berwarna khas sebagaimana layaknya jembatan.

Terlebih jembatan Cimangkak yang terdapat di KM 180 atau tepatnya berada di Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Jembatan yang berada di ujung ruas jalan Tasikmalaya-Cipatujah dan padat penduduk itu jauh dari kesan mentereng layaknya mobil baru operasional Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) yang baru saja disalurkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) untuk masing-masing UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan yang terdapat di enam UPTD.

Yang jelas, jembatan Cimangkak yang besi realing-nya mirip pagar rumah tua jaman dulu itu sudah tidak terlihat lagi sebagian besi alias hilang. Tentu saja, kalau sebuah kendaraan roda dua alias motor tiba-tiba nyelonong akan lolos nyemplung kebagian bawahnya.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *