TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Ruas jalan provinsi Singaparna – Tasikmalaya atau tepatnya di KM-113 wilayah Mangkubumi, Kota Tasikmalaya itu memang langganan terendam air dalam jangka waktu yang lumayan lama saat hujan deras.
Ketinggian air yang mencapai 40 sampai 50 sentimeter yang merendam badan jalan provinsi itu pun sampai saat ini belum diketahui pasti pemicunya itu apa oleh masing-masing pemangku kebijakan.
Halnya dikemukan Wawan Hermawan, ST selaku Kepala Satuan Pelayanan (KSP) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah 1 pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V yang mengatakan, kalau air yang merendam jalan dalam wilayah kerjanya tersebut bukan dampak dari drainase jalan.
“Secara rutin, drainase di lokasi tersebut dilakukan pembersihan. Bukan saja pada musim penghujan seperti sekarang ini, di saat kemarau pun kerap dilakukan pembersihan dari kotoran-kotorannya, yang berdapak akan menyumbat” katanya kepada ppelitaonlineco.id, Kamis (1/2/2024) di kantornya.
“Kami pun merasa bingung, dari mana endapan air dengan jumlah yang besar hingga dapat merendam ke badan jalan tersebut,” ucap Wawan.
Dihubungi melalui sambungan telepon, salah satu pejabat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bernisial Ijang secara tegas mengatakan kalau itu bukan ranah kami melainkan Bina Marga Provinsi. Terlebih dampak dari adanya luapan air dari saluran irigasi, tambah dia.
“Kalau drainase-nya aman berarti aman juga dari banjir, tapi maaf kalau saya salah berpendapat, coba drainase-nya diperbesar dan pembuangannya juga harus diperhitungkan kemana ngalirnya, dan jalan pun ditinggikan,” saran dia.
Boleh jadi drainase bagus, tapi tidak dapat menampung air dengan jumlah besar ya percuma juga, singgungnya.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Sumber Daya Air yang juga mantan Kepala PSDA yang minta untuk tidak disebutkan namanya berpendapat, bahwa setiap pengelolaan ada tupoksinya masing-masing.
Misalnya urusan air, ya ada pengelolalanya hingga sampai kepengendaliannya. Demikian juga dengan urusan pengelolaan jalan dan penataan ruang hingga permukiman, semuanya sudah diatur oleh tupoksinya masing-masing, katanya.
“Terlebih ada kaitan terendamnya jalan povinsi di wilayah Mangkubumi ini, perlunya atensi dari semua pihak. Baik pemkot Tasikmalaya sendiri, pemerintah provinsi maupun dari pihak pemerintah pusat dalam hal ini BBWS Citanduy,” ujarnya kepada GOSIPGARUT.ID ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Dia menuturkan, terkait air yang merendam jalan provinsi tersebut, dirinya berpendapat agar pemerintah daerah Kota Tasikmalaya lebih memperhatikan lagi grand desain drainase permukiman perumahan yang terdapat banyak disekitar itu guna dapat mengantisipasi sekecil mungkin kejadian serupa, karena ini sudah menjadi momok yang menakutkan.
Sementara berdasarkan pantauan pelitaonline.co.id, di wilayah tak jauh dari titik lokasi banjir tersebut, tepatnya diseberang POM Bensin Mangkubumi, atau berada dibelakang kantor Kelurahan Mangkubumi memang terdapat sebuah saluran irigasi Cikunten 2 yang merupakan kewenangan penanganan pengelolaan dari pihak BBWS Citanduy. (Tomril)





