Irigasi Cibanjaran Perlu Perhatian Khusus

TASIKMALAYA|Pelita Online| Surut dan dalamnya air Situ Gede di Kota Tasikmalaya, tergantung suplay air dari sungai Cibanjaran yang menjadi sumber utama yang dialirkan melalui irigasi Cibanjaran.

Maka dari itu, peran irigasi Cibanjaran sebagai aliran air untuk suplay air ke Situ Gede sebagai tampungannya perlu perhatian khusus. Dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat selaku pemilik perannya.

Terlebih seiring dengan Situ Gede yang sekarang ini tengah dipersiapkan menjadi tempat wisata air berskala nasional, oleh Pemerintah Provisi Jawa Barat.

Oleh karena itu, semestinya irigasi Cibanjaran wajib didahulukan. Mengingat sebagaimana fungsi dan perannya yang menduduki posisi penting dalam pemenuhan air untuk Situ Gede.

Akan tetapi, karena kebijakan dan kepentingan lain, maka normalisasi irigasi Cibanjaran yang erat kaitannya atas kegiatan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan air untuk pemenuhan Situ Gede belum dianggap penting.

Sepertinya, nilai jual wisata Situ Gede lebih tinggi area daratnya dari pada air. Buktinya, mulai tahun 2022 ini Pemprov Jabar lebih memproyeksikan anggaran untuk penataan daratnya ketimbang fungsi air untuk segala kebutuhannya.

Layaknya Dinas Permukiman dan Pertamanan, Dinas Sumber Daya Air pun yang notabene berdasarkan tugas pokok kelembagaan yang baku dalam kesehariannya mengurusi ururan air yang ada di sungai, danau, waduk dan pantai juga di dalamnya meliputi irigasi harus naik urusannya ke area darat dengan dalih perbaikan dan mendongkrak perekonomian warga masyarakat.

Sebagaimana diketahui, untuk perbaikan ekonomi masyarakat tersebut, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar dengan alokasi anggaran 6,3 miliar kini tengah sibuk melaksanakan pekerjaan petanataan dan revitalisasi gerbang masuk, resto dan plaza dua lantai serta lahan parkir yang dalam pantauan Pelita Online masih terbilang layak.

Hal tersebut dengan tegasnya juga dijawab Elvan Robiayana selaku Kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki ketika ditanya Pelita Online mengenai Dinas SDA sepertinya lebih mengutamakan Penataan dan Revitalisasi area darat ketimbang urusan normalisasi air yang ada di sungai, danau, waduk dan pantai termasuk irigasi yang notabene sebagai jalan masuknya air ke Situ Gede.

“Penataan dan revitalisasi yang dilakukan di area darat Situ Gede ini lebih mengarah kepada peningkatan perekonomian masyarakat kedepannya”, ucap Elvan singkat sembari bergegas untuk mendampingi Ibu Sekdis SDA Provinsi Jabar, Rabu (3/8/2022) yang saat itu tengah melakukan kunjungan tinjau lokasi proyek petanataan dan revitalisasi Situ Gede.

Sementara, hasil pantauan Pelita Online disepanjang irigasi Cibanjaran yang tak kurang memiliki panjang lebih dari 5 km tersebut mulai dari pintu masuk air di Situ Gede sampai sungai Cibanjaran memang masih dalam kondisi baik.

Dalam pengamatan, kurang-lebih sekitar 40% lagi irigasi Cibanjaran yang belum memiliki dinding tembok, selebihnya sudah dalam kondisi permanen.

Mewakili pejabat pungsional di bidang irigasi, salah seorang staf meluruskan. Kalau total panjang keselurahan irigasi Cibanjaran mencapai 5,8 km dengan kondisi 75 persen tembok permanen dan sisanya 25 persen memang masih berdinding tanah.

Akan tetapi menurutnya, meski dindingnya tanah namun merupakan tanah yang keras, bukan tanah yang labil atau tanah yang cepat terbis.

Disinggung mengenai kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau basah, ia mengakuinya memang sudah memasuki kemarau basah, namun belum berdampak adanya penyusutan atau berkurangnya debid air. Artinya irigasi Cibanjaran masih dalam kondisi normal untuk mensuplay air pada tampungannya.

Namun meski demikian, untuk mengantisipasi keterbatasan air memang perlu normalisasi untuk masuknya air dari sungai Cibanjaran ke irigasi Cibanjaran. “Kalau air sih tidak kurang, hanya saja dengan adanya pencucian pasir yang terdapat disana, air menjadi terpecah,” kata staf bidang irigasi bernama Arrif tersebut.

Untuk lebih jelasnya mengenai irigasi Cibanjaran hingga petanataan dan revitalisasi Situ Gede ikuti terus liputan Pelita Online dalam penelusuran irigasi Cibanjaran yang akan ditayangkan dengan versi youtobe dalam program “bang tom jalan-jalan” yang akan tayang Rabu mendatang. |tommy riyaldi|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *