BANDUNG,||Pelita Online||-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar RW 10 dilingkungan RW 10 Jumat 4 September 2026 tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan keteladanan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Ketua DKM Al-Kautsar, Ustadz Ali Idrus, Azhary dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan terus dilaksanakan. Hal itu, sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid dan mempererat kebersamaan warga.
“Mewakili pengurus DKM Al-Kautsar, kegiatan seperti ini akan terus kita lanjutkan. Mudah-mudahan ke depan kegiatan, khususnya dalam memperingati hari-hari besar Islam, dapat dipusatkan di satu tempat,” ujar Ustadz Ali Idrus.
Menurutnya, dengan adanya pemusatan kegiatan dan kolaborasi antar elemen masyarakat, mulai dari RT 01s/d RT 08, pelaksanaan peringatan hari besar Islam di lingkungan RW 10 dapat berlangsung lebih semarak dan gebyar.
“Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi perwujudan rasa cinta umat Islam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan, serta akhlak Rasulullah yang patut dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari,”kata Ustadz Ali
Dalam kesempatan tersebut, Al-Mukarom Ustadz Ahmad Setiawan hadir sebagai penceramah. Ustadz yang berasal dari Ciamis tersebut banyak mengupas perjalanan kehidupan Baginda Nabi Muhammad SAW, termasuk kisah yang berkaitan dengan Tahun Gajah dan berbagai peristiwa penting menjelang kelahiran Rasulullah.
Kehadiran Ustadz MUI Jabar ini juga tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan masjid sekitar.
Dalam tausiyah dan penyampaiannya, beliau banyak menyoroti pentingnya kepedulian sosial serta penguatan solidaritas di tengah masyarakat. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persoalan pendataan dan pemetaan jumlah mustahik, yaitu masyarakat yang berhak menerima bantuan dan zakat. Menurut beliau, data yang akurat dan terbarukan menjadi hal yang sangat penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, adil, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pendataan mustahik tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah penerima bantuan, tetapi juga menjadi dasar dalam memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh
Penyampaian tausiah berlangsung menarik dan komunikatif. Ustadz Ahmad Setiawan sesekali menyelipkan humor dan gaya penyampaian yang kocak sehingga membuat suasana pengajian menjadi lebih cair. Meski diselingi candaan, materi yang disampaikan tetap sarat dengan pesan keagamaan dan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Jamaah yang hadir pun tampak antusias mengikuti tausiah hingga akhir. Pesan yang disampaikan tidak hanya mengajak jamaah untuk mengenal sejarah kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan bermasyarakat, seperti menjaga persaudaraan, mempererat silaturahmi, saling menghormati, serta membangun kepedulian terhadap sesama.
Ketua RW 10 Deden Bambang Iriana menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tokoh masyarakat dilingkungan RW 10. Wabil khusus kepada DKM dan majelis taklim atas terselenggaranya kegiatan ini.
Menurut Deden peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan warga di lingkungan RW 10.
“Dengan semangat kolaborasi DKM Majelis Taklim dan seluruh elemen masyarakat, kegiatan keagamaan diharapkan semakin semarak dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat,”katanya.(cakdar)





