BOGOR,||PelitaOnmine|| — Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung terus mendorong penguatan kelembagaan dan kemandirian Kelompok Tani Hutan (KTH) Blok Lapangan Pinus di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengembangan dan peningkatan kapasitas KTH yang berlangsung selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2026.
Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru Permana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan terhadap KTH yang sebelumnya terlibat dalam pelaksanaan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Menurut Heru, pengembangan kapasitas tidak hanya diarahkan agar kelompok mampu menyelesaikan program RHL, tetapi juga mendorong KTH berkembang menjadi kelompok yang aktif, mandiri, serta mampu mengoptimalkan potensi sosial dan ekonomi di lingkungan sekitarnya.
“Pengembangan kapasitas ini dilakukan agar kelompok tidak berhenti setelah kegiatan RHL selesai. Kami mendorong agar KTH dapat terus berkembang, mandiri, serta mampu mengelola potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Heru.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah agenda dilaksanakan, mulai dari penguatan kelembagaan hingga pembelajaran mengenai berbagai peluang usaha produktif yang berpotensi dikembangkan oleh anggota kelompok.
Salah satu agenda yang dilakukan adalah reorganisasi kepengurusan KTH. Kelompok juga didorong untuk memperoleh legalitas melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa.
Legalitas tersebut diharapkan menjadi dasar bagi KTH Blok Lapangan Pinus untuk mendapatkan registrasi dan tercatat dalam database Sistem Informasi Penyuluhan (Simluh).
Penguatan kelembagaan dinilai penting agar aktivitas kelompok memiliki dasar administrasi yang jelas sekaligus mendukung keberlanjutan program dan kegiatan yang dijalankan.
Belajar Pembibitan di Persemaian Permanen Rumpin
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis anggota, peserta kegiatan juga melakukan kunjungan lapangan ke Persemaian Permanen Rumpin.
Di lokasi tersebut, anggota KTH memperoleh pembelajaran mengenai teknik pembibitan, mulai dari proses penyemaian benih hingga menghasilkan bibit yang siap ditanam.
Peserta juga diperkenalkan dengan teknik okulasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan tanaman. Selain mendapatkan pengetahuan teknis, masyarakat memperoleh informasi mengenai peluang mendapatkan bibit secara gratis secara pribadi dengan menggunakan KTP, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah III (BP2SDM) Bogor.
Di lokasi tersebut, anggota KTH mendapatkan pengetahuan mengenai penangkaran lebah madu dan budidaya jamur tiram.
Kedua komoditas tersebut diperkenalkan sebagai alternatif usaha produktif yang dapat dikembangkan masyarakat dengan menyesuaikan potensi serta kondisi lingkungan setempat.
Dorong KTH Mandiri dan Berkelanjutan
Meski KTH Blok Lapangan Pinus telah menyelesaikan pelaksanaan kegiatan RHL pada 2024, BPDAS Citarum Ciliwung tetap memberikan pendampingan agar keberadaan kelompok tidak berhenti setelah program selesai.
Pendampingan diarahkan untuk mendorong KTH menjadi kelompok yang aktif dan mandiri dalam mengembangkan potensi sosial maupun ekonomi.
Di sisi lain, anggota kelompok juga diharapkan tetap menjaga dan memelihara tanaman hasil kegiatan RHL yang saat ini mulai memasuki masa berbuah.
Selain menjaga keberlanjutan hasil rehabilitasi hutan dan lahan, KTH juga didorong membangun jejaring serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kegiatan pengembangan kapasitas tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi anggota kelompok untuk mulai memanfaatkan berbagai peluang secara mandiri, termasuk mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi wilayah.
Dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan, anggota KTH diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan hasil RHL, tetapi juga menciptakan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kelompok dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Seksi RHL BPDAS Citarum Ciliwung, Bagus Prakoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pendampingan untuk memperkuat kapasitas kelompok secara berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan dan pengembangan kelompok dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh anggota kelompok itu sendiri.
“Dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil, dimulai saat ini,” ujar Bagus.
Semangat tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi KTH Blok Lapangan Pinus untuk terus berkembang, menjaga hasil rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.





