CIANJUR, |Pelita online|- APBD Cianjur TA 2022 yang besarnya mencapai Rp. 4. 266. 169. 635.470,00 (Rp. 4, 2 triliun), harus pro rakyat, sehingga bisa meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Cianjur, baik bidang pendidikan, kesehatan maupun daya beli.
“Pemerintah juga tidak boleh alergi, menerima masukan dan kritikan dari masyarakat, sebagai bagian dari partisipasi publik,” kata Cipta Candra, salah seorang pengamat sosial, ketika berbicara pada diskusi rutin bulanan yang digelar Konsorsium NGO (YLBHC, Dewan Kota, CLC, SLAD, P3EM), bekerja sama dengan Ruamah Bersama Urang Cianjur (RBUC), Selasa (31/05/2022) di Sekretariat LBH Cianjur, Jalan Siti Bodedar, Kaum, Cianjur.
Diskusi selain menghadirkan nara sumber Cipta Candra juga menghadirkan nara sumber Hidayat Makbul atau HM (mantan birokrat) pensiunan ASN yang pernah memegang beberapa jabatan strategis di lingkungan Pemkab Cianjur, dan Sobari, konsultan IPM.
Diskusi dengan topik APBD dan IPM
Cianjur, nampak para peserta yang hadir dari berbagai elemen dani lintas profesi, begitu antusias menyimak pemaparan yang disampaikan para nara sumber.
Salah seorang peseta Mang Didin Kompiden, mengapresiasi, kehiatan acara diskusi tersebut, yang digagas oleh Konsorsium NGO “Selain dapat terbangun silaturahim antar penggiat (LSM,Ormas,dll) juga bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para Aktifis di Cianjur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua YLBHC, Ubun Burhanudin, SH, mengemukakan, kegiatan diskusi bagian dari upaya memberikan pendidikan hukum dan politik, bagi masyarakat yang merindukan keadilan dan kesejahteraan.
Sedangkan Koordinator Program, ANTON JOHARI, mengatakan, acara diskusi akan rutin diselenggarakan tiap bulan, dengan topik yang berbeda, sehingga bisa menjadi bahan masukan pihak eksekutif, legislatif juga yudikatif.(Man Suparman).










