Bupati Cianjur , Salahkan Masa Lalu Soal Rendahnya IPM Kab Cianjur

CIANJUR, |PELITA ONLINE|- Bupati Cianjur, Jawa Barat, H Herman Suherman, menyalahkan masa lalu soal rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur.

“Itu warisan masa lalu,” tegas Hermam dihadapan wartawan yang tergabung dalam organisasi wartawan PWI dan IJTI,

Rabu (27/04/2022) di Taman Pancaniti, belakang Pendopo Kabupaten Cianjur.

Sementara IPM Kabupaten Cianjur bertahan di perintah terendah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Meskipun mengalami kenaikan setiap tahunnya, namun Cianjur belum bisa naik posisi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) sejak 2018 hingga Kabupaten Cianjur berada di penilaian IPM 2021 Cianjur berada di posisi paling bawah.

Pada 2018 IPM Cianjur di angka 64.62, pada 2019 mengalami kenaikan menjadi 65.38. Namun pada 2020 terjadi penurunan sebesar 0.02, sehingga IPM Cianjur berasa di angka 65.36.

Untuk 2021 IPM Cianjur sempat naik menjadi 65,56 poin. IPM Cianjur di tahun lalu di bawah Kabupaten Tasikmalaya dengan 65.90 dan Garut dengan 66.45 poin.

Diberitakan sebelumnya Bupati Cianjur, mengemukakan, Pemerintah Kabupaten Cianjur sudah berupaya meningkatkan IPM setiap tahunnya, namun daerah lain juga melakukan hal yang sama, sehingga Kota Santri belum bisa menyalip kabupaten/kota lain di Jabar.

Namun, lanjut Herman, Pemkab akan berupaya menaikan IPM lebih tinggi setiap tahunnya. Diantaranya dengan menganggarkan program berbasis IPM.

“Kalau dulu kan penganggaran itu tidak berbasis IPM, kalau sekarang dinas harus yang menganggarkan program yang dapat meningkatkan IPM. Kalau tidak berbasis IPM, usulan anggaran akan dicoret,” ungkapnya. (Man Suparman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *