BANDUNG,|PELITA ONLINE|, 30|08|21. Kali ini Badan Penanggulangan Bencana MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat (BPB-PPJBR) mendapat kehormatan untuk menyalurkan langsung bantuan masker dari Kantor Staf Presiden (KSP) dan AICE untuk masyarakat Jawa Barat.
Konsep penyebarannya memang unik karena lebih kepada perorangan atau “door to door” sehingga mampu menekan jumlah orang berkumpul saat pembagian. Kegiatan bagi masker ini memang sudah dimulai dari tanggal 13 Agustus lalu, kami fokus di MPC Kota Bandung yang melibatkan PAC Arcamanik, Antapani, Andir, Babakan Ciparay, Cidadap, Coblong, Cibeunying Kaler, Cibiru, Cicendo dan Sukajadi. Jelas Rezal Walyan Ketua BPBPPJBR.
Kang Rezal juga menambahkan bahwa penyebaran khusus di Kota Bandung memang diutamakan untuk Hari Kemerdekaan RI yang ke 76 setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung Ir. Yayan Suherlan bersama dengan Kisnandar Dankoti MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung yang memang lebih paham teritorialnya. Sedangkan penyebaran di Jawa Barat, kami telah berkoordinasi dengan H. Dian Rahadian, S.H, M.H sebagai Sekertaris Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat. Saya memang saat itu sedang berada di Malang Jawa Timur sehingga serah terima 10.000 pcs masker yang dikoordinasikan oleh Medicuss Foundation, kami delegasikan kepada Robby Ruswanda Wakil Sekertaris II BPBPPJBR dikarenakan Stenly Ngelo yang pernah menjabat Sekertaris BPBPPJBR sudah diangkat menjadi Ketua Badan Buruh & Pekerja Pemuda Pancasila Jabar, dan Allhamdulillah bisa terselesaikan dengan baik kegiatan ini. Tambah Kang Rezal menjelaskan.
Tentunya masyarakat saat ini dihadapi dengan pilihan setidaknya menjalankan kewajiban 3M dimasa pandemi ini, sehingga adanya bantuan berupa masker adalah hal yang sangat membantu masyarakat yang notabenenya pendapatan tambah merosot akibat PPKM Darurat. Kami siap menyalurkan bantuan apapun kepada masyarakat dari pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial bagi sesama.
Saat ini kami memiliki 600 lebih relawan yang telah mengikuti pelatihan adaptasi kebiasaan baru yang dapat dijadikan agen-agen perubahan dan mereka semua itu bersertifikat karna dilatih oleh Satgas Penanganan Covid 19 Nasional melalui Tim Koordinator Relawan. Jelas Kang Rezal menutup sambungan telepon jarak jauh. (**)






