Box Culvert Disekitar Bundaran Linggajaya Kota Tasikmalaya Segera Diganti

TASIKMALAYA||Pelita Online||,-Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V segera mengganti box culvert yang terdapat di ruas jalan Singaparna-Tasikmalaya atau tepatnya disekitaran Bundaran Linggajaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya yang mengalami penurunan badan jalan.

Adapun penyebab terjadinya penurunan badan jalan itu, sejumlah sumber pelitaonline.co.id menyebutkan diduga akibat box culvert yang dipasang melintang di bawah badan jalan sekitaran Bundaran Linggajaya tersebut berkualitas jelek.

Kepala Satuan Pemeliharaan (KSP) Jalan dan Jembatan 1 Wawan Hermawan, ST pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V membenarkan hal itu. Menurutnya, akibat box culvert yang diduga tidak berkualitas, badan jalan terjadi penurunan, katanya saat dikonfirmasi pelitaonline.co.id di kantornya, Kamis (18/1/2024).

“Akibat box culvert yang diduga tidak berkualitas, badan jalan menjadi tidak seperti sebelumnya, bahkan sampai terjadi penurunan badan jalan. Hal itu yang membuat jalan di sana menjadi tidak nyaman dilalui,” kata Wawan.

Menurut dia, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V saat itu melakukan pembuatan gorong-gorong dengan konstruksi box culvert disekitaran itu bahkan dikerjakan pihak rekanan dengan tujuan menangani banjir, karena air kerap menggenangi badan jalan. Namun karena box culvert kualitasnya jelek, maka tidak kuat menahan beban.

“Meski tujuannya saat itu menanggulangi dampak banjir, namun setidaknya kualitas box culvert harus yang kuat supaya dapat menahan beban,” sebut Wawan.

Dirinya pun mengaku sudah melihat langsung kondisi di lapangan, bahkan sebelum tahun baru 2024 lalu. Beberapa hari kemudian kami dari satuan pemeliharaan 1 yang memiliki kewenangan menangani pemeliharaan rutin di ruas tersebut melakukan pemetaan.

“Solusinya dilakukan upaya (penanganan darurat) agar jalan tersebut fungsional supaya aman dilewati dan yang terpenting tidak terjadi ambrol. Tapi tidak selesai di situ saja, memang harus ada penggatian box culver,” ungkap Wawan.

Hanya saja, sambung Wawan, untuk melakukan penggantian box culvert tentu harus seizin Kepala UPTD. Sebab banyak hal yang harus diperhatikan, seperti anggaran pemeliharaan rutin yang belum turun, dan padatnya kendaraan di ruas tersebut. “Alhamdulillah, hasilnya mendapat dukungan Kepala UPTD menginginkan supaya dilakukan perggantian saja box culvert-nya ” tambah Wawan.

Hanya sekedar untuk diketahui, penanganan darurat yang kami lakukan saat ini adalah dengan cara mengupas badan jalan kedalaman sekitar 5 cm, kemudian diberi plat baja setebal kupasan yang panjangnya sekitar 5 meter, jelas Wawan.

Adapun untuk penggatian box culvert dari yang lama ke yang baru, ukurannya akan diperkecil, semula ukuran 1×1 meter kemungkinan nanti akan diganti dengan ukuran yang lebih kecil yaitu 80×80 cm tetapi dengan kualitas dan mutu box culvert yang baik sesuai dengan kebutuhan di ruas itu yang terbilang padat dan banyaknya kendaraan berat melintas, katanya.

“Kita mentargetkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah pekerjaan sudah selesai,” jelas Wawan. (Tommy Riyaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *