Bandung Barat Persiapkan Sentra Industri Tembakau, Ini yang Dilakukan Disperindag

BANDUNG, ||Pelita Online||– Kabupaten Bandung Barat (KBB) cukup potensial untuk dijadikan daerah yang memproduksi tembakau. Sejumlah daerah, seperti Kecamatan Gununghalu, Kecamatan Cipeundeuy dan Ngamprah, lahannya berhasil ditanami tembakau dengan kualitas baik.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Industri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) KBB, Dadan Hamdani mengatakan, Pemkab Bandung Barat berencana untuk mengembangkan tembakau menjadi sebuah industri yang berdaya saing.

Saat ini, Pemkab Bandung Barat tengah mengincar daerah di wilayahnya yang paling layak dijadikan sentra industri hasil tembakau (SIHT).

“Kita sudah memiliki pabrik industri tembakau di Kecamatan Gununghalu. Ini menjadi cikal bakal pengembangan industri tembakau di wilayah KBB,” ujarnya, saat ditemui di Ngamprah, Rabu (3/1/2024).

Konsep pembangunan SIHT tersebut, sebagai salah satu upaya Pemkab Bandung Barat dalam meningkatkan perekonomian masyarakatnya.Terutama masyarakat petani, yang menggantungkan hidupnya dari hasil bertani tembakau.

Ia juga menegaskan, jika dilihat dari potensi hasil pertanian tembakau di sejumlah wilayah KBB tersebut, sangat memungkinkan adanya pembangunan SIHT ini.

“Namun titik lokasinya belum ditentukan. Masih dalam tahap persiapan,” ujarnya lagi.

Sebagai langkah menuju pembentukan sentra industri tembakau ini, Disperindag KBB mengundang Asosiasi Pengusaha Tembakau Indonesia (APTI) dan sejumlah stackeholder lainnya.

“Kita buka ruang diskusi untuk mendengar ide, masukan atau gagasan dari semua stackeholder tentang rencana pembangunan SIHT ini,” jelasnya.

Jika dilihat dari potensi hasil pertanian tembakau di sejumlah wilayah KBB, sangat memungkinkan dibentuknya sentra industri tersebut.

Sebagai langkah menuju pembentukan sentra industri tembakau ini, Disperindag KBB membahas tahapan persiapan dengan berbagai stackeholder.

“Kita undang APTI (Asosiasi Pengusaha Tembakau Indonesia) bersama stackeholder lainnya dalam kemasan FGD (Focus Group Discussion), pada akhir tahun kemarin,” terangnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *