TASIKMALAYA||Pelita Online||,- Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) diketahui bernama Dwiyani yang bertugas di Dinas Permukinan dan Perumahan (Disperkim) Provinsi Jawa Barat (Jabar), tidak mau menjelaskan terkait proyek Penataan Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya.
Seperti diketahui, Dwiyani (sapaan akrabnya) selain ASN di Disperkim Jabar, posisi dan kewenangannya juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yakni mengelolah proyek Penataan Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya, yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar.
Sehingga kapasitasnya sebagai PPK dinilai cukup berkompeten menjawab pertanyaan awak media seputar teknis proyek yang ditanganinya itu. Namun sepertinya, hal itu tak dihiraukan oleh Dwiyani. Terbukti, setiap kali pelitaonline.co.id melayangkan pertanyaan, Dwiyani tak pernah menjawabnya, Senin (8/1/2024) siang.
Padahal, berdasarkan informasi yang didapat dari hasil investigasi media ini cukup penting untuk disampaikan. Mengingat, selain terjadinya keterlambatan, adanya pembongkaran pada item beton poros hingga hasil pembangunannya yang sampai saat ini masih ‘digedeg’ (tertutup layar spanduk) hingga sepenuhnya belum bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Tasikmalaya sampai memasuki minggu kedua tahun 2024 ini.
Ihwal kinerja PPK yang enggan menjawab pertanyaan awak media, telah pula disampaikan pelitaonline.co.id kepada Kepala Disperkim Jabar, Indra Maha.
Namun Kadis Disperkim, hingga berita ini kali ketiga di publish belum memberikan alasan atau tanggapan apapun terkait ihwal tersebut. Bahkan terkesan setali tiga uang.
Sebagaimana diketahu, Proyek Penataan Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya dibangun dengan anggaran sebesar Rp11.582.271.200 sejak 2 Maret 2023 dilaksanakan oleh CV. Pualam Cipta Sarana selaku kontraktor pelaksana.
Sementara sampai berita ini kembali publish, di area proyek Penataan Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya itu tidak terlihat lagi adanya pegawai proyek yang sedang bekerja. Hal ink mendakan kalau proyek yang tak jelas peruntukannya itu tampak sudah selesai, tapi masih belum bisa dimanfaatkan.
Tak jarang, masyarakat Kota Tasikmalaya yang penasaran ingin melihat hasil pembangunan itu menerobos layar penutup area yang sobek dengan cara menyelinap.
“Iya terpaksa menyelinap, soalnya masih ‘digedeg’ (ditutup layar), tidak tahu kapan akan dibuka. Berbulan-bulan ditutup karena sedang dibangun, biasanya itu tempat saya berjualan cilor (aci telor) kata Ika (28), warga Cinehel, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (8/1/2023).
Sementara, dalam keterangannya kepada wartawan baik Deddy Mulyana selaku Kepala Dinas (Kadis) Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) maupun
Ivan Dicksan selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tasikmalaya mengaku kalau pihaknya belum menerima penyerahan dari pihak Pemerintah Provinsi Jabar.
Kami akan segera mengkoordinasikannya kembali dengan pihak Pemrov Jabar mengenai hal itu. Harapannya peresmian bisa segera dilakukan, harap Ivan. ||tommy riyaldy||





