Berkelanjutan Menanam Kehidupan dari Rumpin: Jejak Rimbawan untuk Masa Depan 

BOGOR,||PelitaOnline||— Di hamparan hijau Persemaian Rumpin, Kabupaten Bogor, langkah-langkah para rimbawan pagi itu terasa lebih bermakna. Tanah yang digemburkan, bibit yang ditanam, dan kebersamaan yang terjalin menjadi bagian dari cerita panjang tentang menjaga kehidupan.

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43, Kementerian Kehutanan menggelar kegiatan penanaman pohon dengan mengusung tema “Kerja Ikhlas, Tata Kelola Berkualitas: Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan.” Tema ini tidak sekadar slogan, melainkan cerminan komitmen untuk terus merawat alam dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

Satu per satu bibit ditanam ke dalam tanah. Di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan pesan besar—bahwa masa depan lingkungan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru Permana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian hutan dan lahan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Staf Ahli Menteri, para pimpinan Eselon I dan II, Kepala BP2SDM Wilayah III Bogor, serta perwakilan karyawan dan karyawati lingkup Kementerian Kehutanan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian lingkungan adalah kerja bersama, lintas peran dan tanggung jawab.

Usai penanaman, Menteri Kehutanan RI beserta jajaran melakukan peninjauan ke area Persemaian Rumpin. Di tempat inilah ribuan bibit dipersiapkan untuk kemudian ditanam di berbagai wilayah, menjadi bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia.

Di sela kegiatan, Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) BPDAS Citarum Ciliwung menegaskan bahwa semangat “Rimbawan Membangun Kehidupan Berkelanjutan” harus terus dijaga dan diperluas hingga ke masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap asri dan lestari. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan di masa depan,” ujarnya.

Di Rumpin, penanaman pohon hari itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menjadi simbol harapan—bahwa dengan kerja ikhlas dan tata kelola yang berkualitas, kehidupan yang berkelanjutan bukanlah sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang terus tumbuh, akar demi akar, dari tanah yang dijaga bersama. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *