Ditengah Ironisnya Anggaran Pengelola Taman Dadaha Kota Tasikmalaya, Ini Kata Asep Rizal Asy’ari

TASIKMALAYA||Pelita Online||,- Meski sudah dikelola secara khusus oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan, namun kawasan yang menjadi etalase Kota Tasik tersebut masih begitu-begitu saja.

Parkir sembrawut, keberadaan para pedagang kaki lima yang tak beraturan sampai gedung-gedung olahraga yang masih nampak lusuh, luput dari sentuhan perawatan.

Ternyata hal ini tak luput dari sorotan tokoh muda Tasikmalaya yang juga selaku Sekjen Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia, Asep Rizal Asy’ari yang menilai, kalau dalam hal itu disebabkan lantaran belum optimalnya pihak UPTD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, katanya.

“Itu lebih disebabkan terkendalanya di urusan sistem birokrasi (usulan kebutuhan anggaran) dan atensi (kucuran anggaran),” katanya kepada sejumlah Wartawan Selasa (13/2/2024) lalu.

Padahal setiap tahunnya UPTD ditarget setor PAD hingga ratusan juta rupiah masuk ke Pemkot Tasikmalaya. Tapi ironisnya, sejak 2022 UPTD tidak diberi anggaran alias nol rupiah untuk mengelola dan/atau memelihara Komplek Dadaha, katanya.

Asep Rizal berpendapat, baiknya UPTD Pengelola Kompleks Dadaha dirubah saja menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Mungkin dengan pola BLUD Komplek Dadaha bisa menghasilkan dan tertata rapi.

Karena seringkali terungkap kendala dalam penyelenggaraan pelayanan publik adalah anggaran yang tidak memadai. “Nah, pola BLUD menawarkan fleksibilitas atau keleluasaan dalam konteks mengelola keuangan sehingga setiap rencana kegiatan bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (Tommya Riyaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *