Jelang Nataru, Awas Jalan Berlubang di Ruas Nasional Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis

TASIKMALAYA||Pelita Online||,-Tinggal menghitung hari menuju pengujung tahun 2023. Pergantian tahun baru 2024. Di momen ini, seperti biasanya banyak orang merayakannya.

Sejak perayaan Natal sampai pergantian tahun baru (Nataru). Mobilitas warga meningkat. Banyak menuju lokasi liburan dan hiburan. Jadi bagian kebutuhan, sarana prasarana yang dapat mendukung kelancarannya.

Memperhatikan itu, informasinya seperti yang dilakukan institusi aparatur yang mengawal infrastruktur jalan nasional selain aparat keamanan yang disiagakan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jabar memprogramkan atensi khusus untuk membuat jalan mulus, bebas lubang.

Guna menekan hambatan, kemacetan, meminimalisasi potensi kecelakaan.
Tekad itu tentunya pada ruas-ruas jalan yang menjadi wilayah garap atau pemeliharaannya. Penghubung antar kabupaten/kota bahkan antar provinsi melibatkan perangkatnya yaitu Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Jabar.

Pantauan di Jalan Nasional ruas Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis, titik jalan berlubang banyak ditemukan di Kecamatan Cipedes dalam wilayah Kota Tasikmalaya.

Didapati kondisi bergelombang dan berlubang tersebut mulai dari KM 106 (Tugu Koperasi) hingga belokan (Kalangsari) atau RS Jantung Kota Tasikmalaya sampai batas KM-107. Selanjutnya dari KM-107 menuju 108 mulai dari belokan Cibogor, Cador sampai pertigaan atau penghujung Jalan Lingkar Utara (kondisi bergekombang dan berlobang).

Dadi Reza, seorang warga mengatakan kondisi ini sangat membahayakan kendaraan yang melintas. Pasalnya, ukuran lubang sudah mencapai 20 centimeter. “Bergelombang lagi pas tikungannya Cibogor,” ujarnya.

Padahal, diperkirakan arus lalu lintas bakal meningkat pada masa libur Nataru ini. Terlebih, para pelintas tidak paham kondisi jalan lantaran berasal dari luar daerah.

Dia juga mengungkapkan, banjir di jalur nasional tepatnya diwilayah Cador kemarin-kemarin saat hujan besar cukup meningkat rendam jalan nasional di wilayahnCador ini, tapi belum ada upaya dari pihak pengelola jalan nasional untuk memperbaikinya. Terlebih, BMKG memperingatkan bahwa puncak musim hujan bakal terjadi pada Januari 2024 mendatang.

Kondisi ini belum mendapat pengakuan dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hanya saja Koordinator Pengawas Lapangan PPK 4.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah IV Provinsi Jabar mengaku akan segera memperbaikinya saat dihubungi pelitaonline.co.id Minggu (24/12/2023) siang. (tommy riyaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *