Hindari Wartawan, Kepala UPTD PSDA Wilsung Citanduy Sulit Ditemui

TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Sulitnya menemui dan berkomunikasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah sungai (Wilsung) Citanduy, membuat awak media bertanya-tanya. Sebab, terkesan menghindar untuk ditemui guna diminta tanggapan dan keterangannya terkait pekerjaan yang ada di UPTD PSDA Wilsung Citanduy, Kamis (2/11/2023) pagi.

Akhmad Mauludin Kepala UPTD PSDA Wilsung Citanduy ketika akan ditemui dikantornya diduga selalu tidak ada ditempat, lagi ada acara, ada rapat dan dengan beragam alasan lainnya.

“Beberapa kali kami mendatangi UPTD PSDA Wilsung Citanduy, namun penjelasan Kepala UPTD selalu tidak berada ditempat, begitu juga pejabat lainnya juga tidak berada ditempat, lagi ada acara-lah, ada rapat dan dengan beragam alasan. Kami bersama anggota berjam-jam menunggu di kantornya, di telpon pun gak di angkat, di kirim pesan singkat melalui WahtsApp pun malah tidak dibaca”, ungkap Suyanto yang juga merupakan salah satu Ketua Organisasi Jurnalis Provinsi Jabar.

Suyanto juga mendesak kepada plt Gubernur provinsi Jabar, agar lebih berhati-hati dalam memilih dan menempatkan orang-orang setingkat Kepala dinas, UPTD, Kantor maupun badan yang menjabat di lingkungan pemerintah provinsi Jabar.

“Kepada plt Gubernur Jabar lebih bijak dan cermat dalam memilih Pimpinan Struktural di Dinas, Kantor dan badan. Pilihlah orang-orang yang berkomitmen di bidangnya, kemudian jangan pilih orang-orang yang suka cabut, keluyuran di jam kerja, saya perhatikan hampir semua dinas dan kantor selalu jarang ditempat. Hal ini akan mempengaruhi kinerja pencapaian Visi Misi Provi si Jabar, maka alangkah baiknya segera evaluasi terutama di Dinas Sumber Daya Air (SDA)”, katanya.

Ditempat yang sama, senada juga disampaikan Yayan yang merasa kesel dan kecewa kepada kepala UPTD PSDA Wilsung Citanduy dan pejabat lannya yang dinilainya tidak ada bedanya.

“Mulai dari kepala UPTD hingga pejabat pungsional selalu sulit ditemui, padahal kami hanya ingin bertanya terkait pembangunan dalam wilayah kerjanya, namun puluhan kali kami datang kesini akan tetapi tetap tidak bisa dijumpai”, kata Yayan yang merupakan warga Panjalu, Kabupaten Ciamis.

“Kalau bisa orang-orang ini jangan dipakai pak, merusak tatanan birokrasi saja”, tambah Yayan.

Bahkan hampir semua satpam UPTD PSDA Wilsung Citanduy yang standby di meja piket selalu memberikan jawaban, “maaf pak, pak UPTD belum masuk kantor dan belum muncul, begitu juga dengan pejabat lainnya,” ucap mereka singkat.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *