Mengiringi Kepergian Almarhum Sahabat Kami Ir Gelek Herminton

BANDUNG,|| Pelita Online,||- Humoris, bergaul, enjoy, dan baik hati. Itulah selintas tergambar dari sosok almarhum Ir. H.Gelek  Herminton M.T.  Bin Samit. Apapun program dari urang diri (Pedamaran) beliau ini selalu merespon positif. Seperti kegiatan seminar (sedeka besak) sejarah Marga Danau, beliau ini sangat merespon agar kegiatan untuk mengungkap fakta sejarah marga danau ini dapat terselenggara.

Foto bersama rombongan

Terakhir ada program dari teman kami Widono Wislan, untuk Tour ke Bali, bersama masyarakat urang diri. Baik warga urang diri yang ada di Pedamaran, maupun yang ada dirantau.

Contohnya, warga yang ikut program tour kemarin ada yang dari Jambi, Lampung, Jakarta, Tanggerang dan Bandung. Nah..almarhum sendiri bersama Arifin Nanggling, peserta dari Tanggerang yang berangkat menggunakan pesawat terbang. Sedangakan yang lainnya dari Pedamaran jalan darat menggunakan Bus Megaloman. Tapi ada juga sebagain yang dari Palembang, seperti Kanda Engga Dewata, mantan Wakil Bupati OKI dan Kepala Desa Pedamaran VI Makmun Murod, berangkat menggunakan pesawat.

Menurut beberapa teman di Jakarta, pada saat program tour Bali tersebut almarhum orang pertama mendaftar. Inilah semata-mata keinginan almarhum untuk memupuk rasah kebersamaan dan kepedulian kepada semama urang diri. Sayapun sempat ditelepon, diajak untuk ikut juga  sama, Widono (Ngah Dono) panggilan akrab teman kami ini. Tapi sayang saya tidak bisa karena berketepatan ada jadwal kegiatan yang tidak bisa saya tinggalkan. Rupanya perjalanan beliau (almarhum) ke Denpasar Bali,.mengakhiri kebersamaan beliau dengan warga urang diri.

Foto bersama rombongan

Karena beliau terlebih dahulu pulang untuk selamanya dipanggil menghadap Sang Kholiq. Sontak, kaget rasah duka dan sedih yang kami rasakan bukan saja dirasahkan oleh teman dalam perjalanan. Otomatis mendengar kabar meninggalnya almarhum sejumlah masyarakat Pedamaran dimana saja berada pasti merasakan hal yang sama. Hanya do’a yang dapat kami panjatkan. Selamat jalan, saudaraku. Semoga engkau diterima dan ditempatkan disisiNYA Allah SWT. Aamiin Yra.

Kenangan Bersama Almarhum

Memang kami tidak begitu sering bertemu, paling diacara-acara tertentu saja, seperti diacara resepsi pernikahan warga urang diri, itu juga sangat jarang.

Karena beliau menetapnya di Palembang, setelah pensiun dari ASN  barulah sekali-kali almarhum ini tinggal di Tanggerang bersama anak-anak beliau, dan sayapun tinggal di Bandung. Namun, ada kenangan indah bersama alamarhum, pada saat pernikahan anak dari Kanda kami M. Said, Dingin di Jakabaring Palembang. Di saat bersamaan kami sedang berada di Palembang, pada saat itu juga kami diundang almarhum kerumah beliau. Selanjutnya kami dibawa makan pindang di RM Makan “Umak”, itulah pertemuan terakhir bersama almarhum.

Foto saat kami menghadiri resepsi pernikahan Dias, putra dari kanda kami M. Said di Palembang

Namun obrolan di WA group, maupun di WA japri hampir setiap hari. Obrolan di WA terakhir, berencana pada Bulan November mau ke Cirebon, memenuhi undangan berlibur dari teman kami Chakuk Fahmi. Rencanya yang sudah sepakat mau main ke Cirebon, antara lain Arifin Nanggling, Imsar, Almarhum (Gelek Herminton), Suhiyar Nangcik dan saya sendiri. Tapi semua itu, hanya yang diatas yang maha mengatur. Kini, almarhum telah tiada meninggalkan kita semua.
*Innaa Lillahi Wa Innaa Ilaihi Roji’un. (Cakdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *