CIANJUR, ||Pelita Online||- Bagaimana nasib bangsa kedepan, kalau anak-anaknya sekarang banyak yang kurang sehat, mau bagaimana memimpin kabupaten ini nanti.
Hal itu, dikemukakan Bupati Cianjur H. Herman Suherman didampingi Asisten Administrasi dan Keuangan Dedi Sudrajat, Kadis Kesehatan dr. Irvan Nur Fauzy, Direktur RSUD Cimacan dr. Juliana Aritonang serta Camat Cipanas, saat melaksanakan Apel Pagi di lingkungan RSUD Cimacan. Rabu (24/08/2022).
Menurut bupati, bahwa dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting, harus mulai dari anak remaja, usia sekolah, jaga kesehatan dan beri pengetahuan tentang stunting.
Dikemukakan, pada usia perkawinan, tidak boleh ada perkawinan dini minimal 21 tahun, dalam artian 21 tahun sudah siap berkeluarga dan mengandung anak.
“Kemudian bagi masyarakat yang hamil harus diperiksa, ada bidan desa atau puskesmas. Selepas melahirkan pun, harus diberikan edukasi pemahaman bagaimana cara mengurus anak, agar anak sehat dan tercegah dari stunting,” katanya.
Seusai kegiatan apel pagi, Bupati melaksanakan Launching Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak di RSUD Cimacan, dirangkaikan dengan melaksanakan monitoring bangunan dan pelayanan khusus untuk ibu dan anak di RSUD Cimacan. Diakhiri dengan mengikuti kegiatan talkshow Cimacan obrol santai (Cimaos).[Man Suparman].





