SUKABUMI|PELITA ONLINE|Mulai dari jembatan Tjipeundeuj KM. 102.716 hingga jalan akses Cikembar mengalami kerusakan parah. Sejumlah lobang besar dan dalam sangat membahayakan para pengendara yang melintas.
Berdasarkan pantauan Pelita Online, kerusakan terjadi mulai dari jembatan
Tjipeundeuj
dari arah Jalur atau jalan yang biasa disebut Lingkar Selatan Sukabumi menuju Cikembar sejumlah titik mengalami rusak berlobang, dengan tingkat kedalaman dan lebar lobang bervariasi.
Dengan adanya kerusakan jalan Palabuhan II disejumlah titik, membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas. Adanya lobang yang cukup dalam ini membuat sejumlah pengendara motor, mobil, maupun truk harus memperlambat kecepatannya.
Jalan yang merupakan status jalan Provinsi ini sudah sering diperbaiki. Akan tetapi karena sering dilintasi kendaraan yang besar ditambah dengan cuaca yang sering hujan membuat jalan kembali berlobang.
Yudi, salah seorang karyawan Workshop UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II mengatakan. Kalau Jalan Palabuhan II mulai dari Jalur atau Jalan Lingkar Selatan Sukabumi badan jalannya menjadi kewenangan pabrik Semen Jawa, katanya saat ditemui di pos jaga Workshop, Sabtu (15/1/2022).
Kecuali pemeliharaan bahu jalan-nya baru merupakan kewenangan Satuan Pemeliharaan Pembangunan Jalan Jembatan (SPPJJ). Namun itu pun ada dua SPPJJ yang menanganinya, diantaran dari Jalur sampai jembatan adalah kewenangan SPPJJ 1 dan dari Jembatan sampai Palabuhan merupakan kewengan SPPJJ II, ujarnya.
Seperti halnya rigid beton depan Workshop ini salah satu hasil pembangunan oleh pabrik Semen Jawa. Termasuk yang terdapat sebelum pertigaan antara Cikembar dan Cikembang, tambah Yudi yang berkantor di Workshop Cikembar tersebut.
Sementra ditanya terkait minimnya marka jalan dan minimnya patok kilometer pembatas, Yudi tidak mengetahuinya secara pasti. “Disini patok kilometer-nya banyak tertimbun oleh bangunan rumah,” terang Yudi.
Sementara dalam pantauan Pelita Online, sejumlah titik yang mengalami kerusakan berlubang tersebut mulai dari titik Jalur, di depan pabrik Semen Jawa, Pasar Pangleseran dan depan kantor Kecamatan Cikembar serta sebelum dan setelah Jembatan Cibatu.
Bahkan, dalam ruas yang rusak tersebut sudah ada lobang jalan yang ditandai oleh warga setempat dengan karung bekas sebagai penanda adanya lubang. Selanjutnya ada juga lobang jalan yang ditambal oleh warga dengan bahan material seadanya.
Pada ruas jalan dengan kondisi rusak tersebut tidak dapat dijelaskan dengan patokan kilometer pembatas jalan, lantaran hampir disetiap jalan rusak tidak memiliki patok pembatas atau patok kilometer-nya.
Ditemui selepas jembatan Cimanggu, nampak pihak Pabrik Semen Jawa pun melakukan perbaikan tambal sulam. Namun sayang, dalam pengamatan Pelita Online dilokasi penambalan jalan provinsi ruas Sukabumi-Palabuhan tersebut tidak dilakukan dengan teknis tambal sulam yang benar. Melainkan langsung dilabur sirtu (pasir batu) tanpa dilakukan pengupasan aspal, terlebih di patching dahulu.
Selebihnya dalam kondisi baik dengan konstruksi rigid beton, terdapat mulai dari KM BDG 110 sampai KM BDG 113 atau tepatnya depan Workshop UPTD PJJ Wipel II. Selanjutnya kondisi baik selepas Jembatan Cibatu sampai KM. BDG.116.|tommy|









