Menteri PUPR Tinjau Sekolah Terdampak Gempa Sumedang, Kadisdik Jabar
Buka Opsi Pembelajaran Online
BANDUNG||Pelita Online||,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Wahyu Mijaya bersama Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti meninjau SMAN 1 Sumedang, salah satu sekolah terdampak gempa.
Dalam pandangan tersebut, Basuki menyampaikan, pihaknya akan menurunkan tim komite untuk menilai mengenai layak fungsi gedung (bagian) mana yang bisa digunakan dan tidak. “SMA Negeri 1 Sumedang menjadi prioritas yang harus segera ditangani pascagempa,” kata Menteri PUPR Basuki dilansir dari laman resmi Disdik Jawa Barat, Jum’at (5/1/2024).
Pada kesempatan yang sama Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya
pun menyambut baik upaya Kementerian PUPR yang bergerak cepat menangani beberapa sekolah di Sumedang yang terdampak gempa pada 31 Desember 2023 lalu. “Alhamdulillah Menteri PUPR sudah meninjau lokasi sekolah dan melihat langsung kondisinya. Sudah kita sampaikan pula bahwa pada 8 Januari ini sekolah sudah mulai beraktivitas,” tutur Kadisdik.
Pak Menteri pun, selanjutnya, sebelum tanggal tersebut, sudah mengeluarkan layak fungsi bagian mana yang bisa digunakan dan tidak digunakan. “Terkait penyelesaian kerusakan, kita tunggu kebijakan lebih lanjut. Pada prinsipnya, jika akibat bencana, itu memang bagian dari tanggung jawab PUPR. Kita akan menunggu kebijakan lebih lanjut seperti apa. Insya Allah, semua mendapat yang terbaik,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala SMAN 1 Sumedang, Odang Kusyana menjelaskan, ruangan yang terkena pascagempa ada 18 ruang kelas, ditambah 4 laboratorium, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang wakasek, ruang guru, ruang pertemuan, dan ruang ekstrakurikuler kesenian.
“Kalau dijumlahkan, ruangan yang terkena pascagempa yang retak ringan, biasa, dan agak parah ada 32 ruangan,” jelasnya.
Ia pun berharap, dengan hadirnya Pak Menteri, Bu Dirjen, Kadisdik, dan Kepala KCD VIII bisa segera menangani dan memperbaiki ruangan-ruangan yang rusak karena sebentar lagi akan melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Karena, banyak orang tua siswa yang menanyakan bagaimana keberlangsungan KBM,” tutupnya.
Selanjutnya, Kadiadik mengaku sudah komunikasikan untuk mengantisipasi dengan pembelajaran hybrid jika kelas belum bisa difungsikan, yang mana langkah pertama yang akan dilakukan untuk mengatasi kerusakan tersebut adalah melakukan proses asesmen kelayakan terlebih dahulu, jelas Wahyu.
Selain meninjau SMAN 1 Sumedang, Menteri PUPR pun meninjau RSUD Sumedang yang juga menjadi prioritas penanganan pascagempa.||tommy riyaldi||





