Saluran Air  Peningkatan Jalan Singaparna-Tasikmalaya Dikeluhkan Warga

TASIKMALAYA | Pelita Online| Mendukung pengembangan ibu kota Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V hampir setiap tahun-nya meningkatkan ruas jalan provinsi Singaparna-
Tasikmalaya. Seperti tahun 2019 lalu, melalui PPK Peningkatan Jalan dan Jembatan, telah berhasil meningkatkan dan melebarkan ruas jalan sepanjang 2,1 kilometer yang juga dilengkapi dengan saluran air sepanjang 400 meter.

Namun, sangat disesalkan peket peningkatan jalan provinsi ruas Singaparna-Tasikmalaya tersebut, terdapat pada item pekerjaan saluran air menimbulkan keluhan dari beberapa orang warga yang kerap melintasi jalan tersebut. Seperti dikeluhkan Heri (35) yang mengatakan bahwa pekerjaan saluran tersebut sepertinya belum sepenuhnya tuntas seratus persen. Buktinya, saluran tersebut belum diperhalus dan sebagian masih ada yang terlihat besi-nya lantaran tidak tertutup oleh semen cor.

Pebisnis plafon tersebut mengusulkan, agar hasil pekerjaan saluran tersebut dapat diperbaiki kembali oleh pelaksananya, mengingat sebagaimana aturan paket pekerjaan tersebut sepertinya masih merupakan tanggungjawab pihak ketiga dalam pemeliharaannya, kata Heri.

Hal senada juga diungkapkan Yudi (49), salah seorang karyawan Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya yang mengeluhkan hasil pekerjaan saluran tersebut. “Sepertinya ada yang salah dalam perencanaan pembuatan saluran tersebut,” tambah Yudi.

“Seharusnya, tujuan dibuatnya saluran tersebut dapat mengatisipasi terjadinya limpahan air ke badan jalan. Akan tetapi ini malah sebaliknya, air tetap meluap dari saluran yang baru dibuat tersebut, jadi sepertinya ada kesalahan pada kemiringan galiannya, hingga air tidak mengalir deras sebagaimana mestinya,” ungkap Yudi.

Dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (13/02/20). Son Haji, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Jalan dan Jembatan mengatakan, bahwa terkait hasil pekerjaan saluran air yang merupakan bagian dari paket Peningkatan ruas jalan Singaparna-Tasikmalaya tersebut, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada PT. Prawasta Sugih Jaya selaku kontraktor pelaksana. “Dan jawabannya, pihak kontraktor bersedia memperbaikinya. Hanya saja, sepertinya sampai saat ini belum ada perbaikan, sebagaimana janjinya,” ungkap Son Haji.

“Adapun dilayangkannya surat teguran tersebut, lantaran sesuai dengan yang tertuang dalam klosul kontrak bahwa dalam jangka waktu tertentu, pemeliharaannya masih merupakan tanggung jawab pihak kontraktor,” tambah Son Haji.

“Terkait kelebaran maupun kedalaman. Pihak PPK menyesuaikan dengan standar gambar perencanaan, RAB maupun lahan yang tersedia di ruas tersebut. Hanya saja, yang perlu diperbaiki itu tingkat kerapihan dari pada hasil pekerjaan saluran, agar estetika-nya selaras dengan hasil peningkatan badan jalan dan pelebaran bahu jalan,” tandas Son Haji.

Kali ketiga Pelita Online berusaha menyambangi kantor PT. Prawasta Sugih Jaya di wilayah Kab. Ciamis, namun sampai berita ini ditayangkan, direktur PT. Prawasta Sugih Jaya belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi. (ToM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *