Nabi Ibrahim As : Anaku Tauladan Umatku

BANDUNG|Pelita Online|-Keluarga Nabi Ibrahim As, dalam pemetaan Tarich Islam sangat melegenda dan melekat dengan Hari Raya Iedul Adha/Iedul Qurban. bahkan menjadi titik sentral dan menjadi catatan histories yang mewarnai ,menghiasi dan mengisi Khasanah Islam serta menjadi perhatian dan mengilhami dunia.

Sang anak: Ismail merupakan contoh suri tauladan untuk generasi muda dahulu,sekarang dan zaman yang akan datang dan pasti menembus peta dan batas zaman dari zaman ke zaman n dari generasi ke generasi. Ismail telah menjadi contoh sosok fraternity , civilization and change. Termasuk Ismail menjadi contoh, penerapan prilaku : “kesabaran /sabar

( QS. 2 : 153 dan QS.7 :126), keiklasan (QS .2 : 139 dan QS 39 : 11), ketaqwaan ( QS 22 : 32 dan 37) dan bertawaqal (QS 3 : 122 dan QS. 8 : 49) . Generasi taqwa : taqorub, qona’ah , waroh dan Tawaqal = tawaqul = serah diri. Dari contoh suri keteladan dan penerapan perilaku Ismail di atas sampai2 Ismail berani mengorbankan dirinya untuk kepentingan

Agama Islam, Iman, Aqidah Umat Islam ,keluarga ,fraternity, civilization dan change Disini ada sosok ayah yang bernama Nabi Ibrahim – meski pun beliau seorang Nabi – tetapi pada peristiwa itu ,Nabi Ibrahim As sebagai sosok Nabi dan sosok Abi merasakan ada kegoncangan diri yang begitu besar
dan hebat, pada sosok seorang Nabi” ,karena rasa kepemilikan dan sayangnya Ibrahim terhadap Ismail begitu sangat besar melebihi kepada apapun dan kepada siapapun”,bertahun tahun menunggu dan menunggu ingin mempunyai anak .Pada waktu itu,wajib, melaksanakan mematuhi,menuruti perintah Allah Subhaanahuwata’ala. Ismail berkata” wahai ayah, silahkan laksanakan apa saja yang di perintahkan Allah SWT melalui mimpimu wahai ayah aku iklas ridho lillahi ta’ala menerimanya “.

Begitu Nabi Ibrahim memperhatikan dan mendengar ucapan Ismail yang iklas , pasrah dan sabar,maka Nabi Ibrahim melaksanakan kegiatan sesuai dengan perintah Allah SWT
yang diterima melalui mimpi (dream) untuk menyembelih Ismail. Dan perintah itu dilaksanakan.
Kita tafakuri :

Seandaianya Ibrahim dan anaknya bernama Ismail , adalah kita maka :
Ismail mungkin harta kita
Ismail mungkin jabatan kita
Ismail mungkin gelar kita
Ismail mungkin ego kita
Ismail mungkin kesabaran ,keiklasan ,ketakwaan dan ketawakalan kita
Ismail mungkin keshalehan sosial kita
Ismail mungkin infaq dan shodaqoh kita
Ismail mungkin semua yang dimiliki, dicintai, dipertahanka dan disayangi kita
Ismail mungkin perjuangan dan usaha kita
Ismail mungkin anak yang berkah untuk kita.
Pengorbanan yang dilaksanakan dengan dasar niat, iman dan iklas, In Sya Allah suatu saat nanti akan memperoleh balasan yang setimpal atau akan diganti dengan beberapa kali lipat oleh Allah SWT. Allah SWT Maha Kaya dan Maha Pemurah .Seperti kita ketahui pada peristiwa itu diganti dengan seekor domba atau kambing. Nabi Ibrahim As tidak dipeintahkan Allah SWT untuk membunuh Ismail .Tetapi Ibrahim hanya diminta oleh Allah SWT untuk membunuh rasa kepemilikan terbadap Ismail yang brhitu besar. Karena hakekatnya semua adalah milik Allah SWT. ” Allah yang memiliki segala apa-apa yang ada di langit dan yang ada di bumi “.(QS.Ibrahim14 ayat 2) dan ” maka laksanakan shalat karena Tuhan mu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan dirimu kepada Allah)”. (QS. Al Kausar,108 ayat 2).

Apabila dihubungkan dengan kisah para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia mereka berkorban, berjuang dengan fisik, nyawa, waktu, harta, air mata, darah dsbnya. Para pejuang kemerdekaan itu, begitu heroik, mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Mereka berkorban segalanya, untuk satu tujuan yaitu kemerdekaan Indonesia . Mereka iklas, ridho lillahita’ala berjuang untuk meraih kemerdekaan. Dan sekarang kita mengisi kemerdekaan dengan menjaga dan mensejahterakan bangsa Indonesia. Hidup dan jayalah NKRI. Yes we can.

Peristiwa Dahsyat Nan Melegenda (Part 1Wallah ‘ alam bi – ashawab
Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *