SUMSEL,||PelitaOnline||-Kebudayaan lokal dan nilai-nilai adat memiliki peran penting dalam membentuk identitas politik masyarakat di Sumatera Selatan. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Adat ke Agenda Politik: Peran Kebudayaan Lokal dalam Pembentukan Identitas Politik di Sumatera Selatan” yang diselenggarakan oleh Tim Peneliti FHISIP Universitas Terbuka (UT).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan pengurus lembaga adat dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan. Kehadiran para tokoh adat menjadi bagian penting dalam menggali pengalaman, pandangan, serta dinamika masyarakat adat dalam kehidupan sosial dan politik di daerah.
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) Kecamatan Pedamaran, Listiadi Martin, S.Sos., M.M. Kehadiran LAMD menjadi representasi suara masyarakat adat dalam diskusi mengenai hubungan antara tradisi, identitas budaya, dan perkembangan politik lokal.
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya diarahkan pada keberadaan adat sebagai warisan budaya, tetapi juga bagaimana nilai-nilai adat terus berkembang dan berinteraksi dengan kehidupan masyarakat modern, termasuk dalam ruang politik.
Nilai gotong royong, musyawarah, kekerabatan, penghormatan terhadap tokoh masyarakat, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam komunitas adat dinilai memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter dan identitas politik masyarakat.
Para peserta juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana lembaga adat tetap memiliki posisi strategis dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Di tengah perubahan sosial dan politik, lembaga adat menghadapi tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional sekaligus beradaptasi dengan perkembangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

FGD ini menjadi ruang dialog antara akademisi dan masyarakat adat untuk melihat secara lebih mendalam posisi kebudayaan lokal dalam dinamika politik di Sumatera Selatan. Perspektif masyarakat adat dinilai penting agar kebijakan dan agenda pembangunan tidak terlepas dari akar sosial serta karakter budaya masyarakat setempat.
Dari adat ke agenda politik bukan sekadar melihat bagaimana budaya memengaruhi politik, tetapi juga bagaimana politik dan kebijakan publik dapat memberikan ruang bagi keberlanjutan adat dan kebudayaan lokal.
Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran masyarakat adat dalam kehidupan demokrasi sekaligus memperkuat posisi kebudayaan lokal sebagai bagian penting dari identitas politik masyarakat Sumatera Selatan.(cakdar)





