Viral Sepekan, Pernikahan Bagus–Wiwit Angkat Kembali Marwah Adat Pedamaran

PEDAMARAN,||PelitaOnline||Pasangan Muhammad Bagus Rimano, S.IP dan Nabila Khuriah Dwi Oka, S.E., M.Ak., ACPA atau yang akrab disapa Bagus dan Wiwit, tercatat sebagai pasangan pengantin terpopuler tahun ini. Selama sepekan rangkaian prosesi pernikahan mereka, mulai dari lamaran hingga ngunduh mantu, menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan X (Twitter).

Akad nikah yang digelar pada 7 Februari 2026 di Rajawali Grand Ballroom Palembang menjadi puncak perhatian publik. Dalam suasana khidmat, keduanya resmi mengikat janji suci pernikahan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Euforia semakin terasa saat prosesi ngunduh mantu yang dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran. Acara tersebut menampilkan kentalnya perpaduan adat Komring dan Pedamaran yang sarat makna budaya.

Pada momen itu, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, secara langsung  menyerahan Piagam Gelar Pengantin Rio Satyo Patoro Ratu kepada kedua mempelai Prosesi tersebut menjadi salah satu sorotan utama, sekaligus mempertegas komitmen pelestarian nilai-nilai adat di tengah modernisasi pesta pernikahan.

Pada saat yang bersamaan telah diterima oleh Lembaga Adat Marga Danau (LAMD) dari Kementerian Kebudayaan RI Sertipikat Warisan Budaya Takbenda Adat Perkawinan Suku Penesak Pedamaran oleh Bapak Bupati OKI

Bagus merupakan putra pertama dari Listiadi Martin, S.Sos., M.M dan Sulasteri Asyaari, S.E. Sementara Wiwit adalah putri kedua dari H. Oktiandi, S.H., M.Hum dan Hj. Anny Murdayani, S.E., M.Si. Kehadiran tamu undangan dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Jakarta, hingga Bandung, turut menambah semarak suasana.

Tata dekorasi yang tertata rapi serta sentuhan profesional dari tim wedding organizer semakin memperindah jalannya acara. Namun, yang paling membedakan resepsi ini adalah komitmen panitia dan keluarga besar untuk mengembalikan pola pikir serta nilai-nilai adat istiadat Marga Danau, Kecamatan Pedamaran, yang selama ini mulai tergerus zaman.

Upaya tersebut sejalan dengan pengakuan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang sebelumnya telah diserahkan Pemerintah Kabupaten OKI kepada pemangku adat Marga Danau, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal.

Pernikahan Bagus dan Wiwit bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebangkitan adat yang sarat nilai kearifan lokal.

Untuk kedua mempelai, mari kita panjatkan doa: “Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair.”

Semoga Allah SWT memberkahi keduanya dalam suka dan duka, serta mempersatukan mereka dalam kebaikan sepanjang hayat.(cakdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *