Ditinggal Kontraktor, Proyek Revitalisasi dan Penataan Situ di Jawa Barat Terlantar

CIAMIS||Pelita Online||,- Kabarnya salah satu proyek Revitalisasi dan Penataan Situ yang ada di Jawa Barat ini ditinggal oleh kontraktornya padahal sudah menyerap anggaran sekitar 98% dari nilai proyek sebesar Rp10,24 miliar.

Setelah kabar terbaru beredar masyarakat pun bertanya-tanya kenapa kok bisa kontraktor Revitalisasi dan Penataan Situ di Jawa Barat ini malah meninggalkan proyek ini padahal dana yang telah dikeluarkan sudah sangat besar.

Apalagi Situ bersejarah ini sudah digadang-gadang akan menjadi icon terbaru di Jawa Barat lho, dan akan menjadi sektor pendapatan terbesar bagi pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah setempat, sehingga kesan sejarahnya pun perlu dipertahankan.

Selain itu, Situ ini pun puluhan kali menjadi tempat ziarah salah seorang Kepala Negara (Presiden) semana hidupnya.

Adapun nama Situ yang disebutkan diatas adalah Situ Lengkong Panjalu yang terdapat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang kini malah terbengkalai tak sesuai target awal.

Banyak pihak yang menyayangkan PT. Pratama Putra Berlian selaku
kontraktor proyek ini pergi meninggalkannya, padahal apabila saat itu terus digarap dan dikebut, pembangunan Situ bersejarah ini pun akan selesai tepat waktu dan sudah dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

Terlebih kalau kontraktornya bertangungjawab sebelum meninggalakan lokasi dan memasuki habis masa pekerjaan, setidaknya pihak kontraktor dapat membereskan terlebih dahulu sisa material yang banyak berserakan di titik lokasi, meskipun sudah tidak dibayar lagi.

Supaya dengan tampilan setelah di Revitalisasi dan Penataan terbaru oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlihat cantik dan rapih serta dapat menyedot akses kunjung banyak orang, sehingga kegiatan ekonomi dan transaksi pelaku usaha pun berjalan.

Revitalisasi dan Penataan Situ Lengkong Panjalu sendiri sebelum ditata terdapat 44 pelaku usaha yang memanfaatkan area Situ untuk berjualan, namun dengan dibangunannya dan dilakukan Revitalisasi dan Penataan kios hanya tersedia sekitar 20 kios.

Sehingga mau seperti apa setelah hasil Revitalisasi dan Petanataan ini difungsionalkan, sedangkan secara konsep pun sudah sangat jauh dari harapan. “Menurut saya sungguh sangat tidak unik dan menarik wisata ziarah dengan konsep seperti ini,” kata Endang (70) salah seorang pelaku usaha rumah makan di area Situ Lengkong Panjalu.

Ini bukan kata saya pak, tapi pak Kuwu Yuyus pun mengatakan hal yang sama. Bahkan beliau (Kuwu) sempat menawarkan konsep supaya semua kios dapat terlewati pengunjung, tapi sempat ditolak, ungkap Endang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *