CIAMIS||Pelita Online||,- Proyek Revitalisasi dan Penataan Situ Lengkong Panjalu di Kabupaten Ciamis mulur. Seharusnya pada Desember 2023 proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 10,24 Miliar itu rampung.
Pada papan informasi proyek yang terpasang di sebelah kiri pintu gerbang masuk, proyek itu mulai dikerjakan pada 6 Juli 2023 lalu. Masa pekerjaan sendiri selama 150 hari.
Pantauan pelitaonline.co.id,
gerbang utama masuk Situ Lengkong Panjalu masih dinyatakan tertutup. Artinya masyarakat umum untuk berwisata maupun peziarah belum diperkenankan masuk melewati pintu gerbang utama untuk menikmati fasilitas yang sudah dibangun tersebut.
Guna memastikan keberadaannya, media ini pun coba masuk ke area bagian dalam dengan cara menyelinap dari celah bagian kanan gerbang atau samping pintu loket yang biasa dipergunakan oleh masyarakat setempat keluar masuk.
Terlihat, setelah sesampainya di titik lokasi, dari sekian banyak jumlah (i-tem) pekerjaan, satu pun tidak ada yang terselesaikan.
Dalam pengamatan media ini mulai dari tangga, kios-kios, pagar pembatas, gedung pengelola, pendopo, taman hingga sandaran perahu semuanya menyisahkan pekerjaan.
“Iya masih ‘digedeg’ (ditutup seng) gerbang masuknya, tidak tahu kapan akan dibuka. Berbulan-bulan ditutup karena sedang dibangun, kata Endang (70) warga setempat yang membuka usaha rumah makan di kawasan Situ Lengkong Panjalu, Selasa (16/1/2024).
Endang berharap, dikiranya Desember 2023 lalu mau dibuka, nyatanya sampai sekarang belum di buka. “Ya dibilang rugi ya rugi, soalnya dari awal bulan Agustus ditutup tak ada pengunjung masuk melalui pintu gerbang utama ini hingga sampai Januari 2024 sekarang ini, kata Endang.
Ditanya terkait kendala belum dibukanya hingga saat ini, Endang menjelaskan sisi teknis mulai dari tahapan jalan masuk (tangga), kios atas dan kios bawah hingga gedung pengelola semuanya belum selesai. “Jadi bagaimana mau di buka kalau hasil kerjaannya saja belum selesai,” kata Endang nada bertanya.
“Lihat saja jalannya, semua dibikin curam. Sedangkan Situ Lengkong Panjalu ini adalah tempat ziarah, yang mana pengunjung hampir sebagian besar orang yang sudah berusia tua,” tentu akan sangat menyulitkan ungkap Endang.
Jadi dengan konsepnya seperti ini, Situ Lengkong Panjalu ini seakan hilang marwahnya sebagai tempat ziarah. Sementara untuk dijadikan destinasi wisata baru atau modern saya rasa sangat jauh dari kesan “wah” atau mewah, kata Endang sedikit menilai.
Sekadar informasi, soal proyek revitalisasi dan penataan Situ Lengkong Panjalu merupakan proyek impian Gubernur Jabar semasa dijabat Ridwan Kamil melalui UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citanduy pada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar. (Tommy Riyaldi)





