TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Sungguh tidak menyangka kalau lingkungan sekolahnya menjadi titik peresmian gedung-gedung baru sumber DAK tahun 2023, sewilayah Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Kepala SMKN 2 Kota Takmalaya, Anton Susanto SPd MPd, mengaku bangga.
“Pastinya kita sangat bangga mendapat kepercayaan ini, sekolah kita menjadi pilihan acara peresmian gedung-gedung baru sekolah di lingkup Dinas Pendidikan Provinsi,” ujarnya saat ditanya pelitaonline.co.id, di sela-sela usai acara peresmian, Rabu (27/12/2023).
Terlebih, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Drs Wahyu Mijaya SH MSi, hadir di SMKN 2 Kota Tasikmalaya. Melakukan seremoni peresmian usainya pembangunan gedung-gedung penunjang pembelajaran di SMK-SMK tahun 2023.
Anton mengatakan, dengan bantuan yang diterima pihaknya tahun ini, penuh harap itu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran para siswanya. Terutama halnya, dengan kehadiran gedung praktik broadcasting atau perfilman yang menjadi unggulan.
Yang mana selama ini ruang praktik untuk kejuruan yang kami ada itu dengan peralatan lengkap yang dibutuhkannya tak maksimal. Sering menggunakan ruang lain seadanya. Kini kebutuhan itu kami dimiliki, katanya.
“Justru untuk bidang kejuruan broadcasting ini termasuk pioneer sekolah kita. Unggulan yang dimaksud, bagaimana bidang kejuruan ini melahirkan para lulusan hebat, setelah fasilitas pembelajarannya terpenuhi,” sebut Anton.
Bangunan bantuan lainnya yang kini dimiliki SMKN 2 ini, gedung toliet dengan bentuk menawan refresentatif. Berfasilitas setingkat hotel bintang dua dan tiga. Sebenarnya, kata Anton, alokasi bantuan tak sampai untuk semegah itu. Namun kemudian ada bantuan dari komite sekolah.
Kemudian bantuan bangunan UKS, yang semula berpotret sempit kini jelas memadai. Kebutuhan ruang UKS ini, aku Anton, urgen seiring jumlah siswa di SMKN 2 Kota Tasikmalaya yang sudah mencapai 2.680 siswa.
Ada keseriusan tersendiri dalam pengelolaan UKS di sekolah ini sejak lama, imbuh Anton, seiring jumlah siswanya yang ribuan dengan pelayanan kesehatan yang intens diperlukan. Termasuk telah adanya penempatan tenaga medis khusus yang telah standby di UKS.||tommy riyaldi||





