TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Candra Nirmala, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.4 pada Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah Provinsi Jabar, mengelak kalau dirinya itu PPK.
“Bukan pak, saya bukan PPK” ucapnya saat dijabat tangannya oleh wartawan media ini (pelita online) dalam sebuah kunjungannya kesalah satu proyek yang ditangninya, Rabu (3/9/2023).
Hal itu mengundang pertanyaan bagi media ini, dan sontak secara langsung menghubungi Wahyudin selaku Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Ge-RAK) Jabar untuk dimintai tanggapannya.
Diperoleh keterangan, bahwa engganya atau tidak maunya seorang pejabat mengakui dirinya pejabat yang berwenang, biasanya itu ada masalah didalamnya, yang perlu dia sembunyikan.
Terlebih PPK, yang menangani sejumlah proyek itu kerap menghindar dan sembunyi dari wartawan maupun LSM dan Ormas itu lantaran takut diketahui bobroknya dirinya selaku PPK. “Terlebih adanya dugaan PPK korupsi”, tandas Wahyudin di hari yang sama saat dihubungi melalui sambungan telepon cellular-nya.
Terlebih PPK 4.4, yang saya tau di tahun 2023 ini dia menangani 4 paket pekerjaan. Diantaranya, dua paket jembatan gantung, satu paket jembatan yang terdapat di jalan nasional ruas dalam wilayah kewenangannya yaitu (jembatan Cidadap) dan satu paket pembangunan jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya.
Menurut Wahyudin, dari beberapa pekerjaan dalam penanganan-nya itu dua paket yang telah kami lakukan investigasi, dan hasilnya memang ada yang perlu dikonfirmasikan. Diantaranya paket jembatan Cidadap dan paket Pembangunan Jalan Lingkar Utara, ungkap Wahyudin yang tidak mau menyebutkan pokok permasalahan yang mau dikonfirmasikan.
“Tunggu saja nanti, kalau memang PPK menghindar atau tidak mau menanggapinya, permasalahan ini akan kita laporkan baik ke Tipikor Polda Jabar maupun ke Kejati Jabar”, ungkap Wahyudin.
Hal yang sama juga saat media ini berusaha menjabat tangan PPK sebenarnya ada upaya untuk dapat mengkonfirmasinya terkait spesifikasi teknis dan capaian target jalan Lingkar Utara. Sayangnya saat itu, Candra selaku PPK tidak mengkui dirinya sebagai PPK.||tommy riyaldi||





