Dikerjakan PT. Prawasta Sugih Jaya Konstruksi Jembatan Cidadap Capai 30 Persen

TASIKMALAYA||Pelita Online||,- Progres fisik jembatan Cidadap hingga saat ini mencapai 30 persen. Pelaksana teknis lapangan
PT. Prawasta Sugih Jaya, Wahyu dilokasi proyek kepada pelitaonline Rabu (23/08/2023) mengatakan dalam perkembangannya sudah memasuki pada tahapan pemasangan Box Culvert.

Wahyu menjelaskan pelaksanaan penggantian jembatan Cidadap saat ini sudah memasuki pada tahapan konstruksi pemasangan Box Culvert. “Dengan perkiraan pemasangan Box Culvert diharapkan sudah dapat dilakukan pada Senin depan”, kata Wahyu.

Secara teknis, Box Culvert konstruksi beton yang akan dipasang sebagai pengganti gorong-gorong tersebut memiliki bentang panjang 12 m dan lebar 2 X 4 m, tandas Wahyu pula.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, setelah pemasangan Box Culvert kita sudah dapat mengarah pada kepekerjaan konstruksi atas lantai segmen dan pekerjaan plat injak jembatan dan oprit jembatan. “Dengan demikian kami meyakini secara keseluruhan pekerjaan akan selesai ditangani tepat pada waktunya dalam bulan November mendatang”, terang Wahyu.

Mengenai penggantian jembatan Cidadap di ruas jalan nasional Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis atau tepatnya di wilayah Pageningan Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, yang menjadi kewenangan PPK 4.4 Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Jabar cukup dibenarkan oleh pihak PPK.

Bahwasannya, pelaksanaan penggantian jembatan Cidadap yang terdapat di KM BDG 98+100 oleh Penyedia Jasa dalam hal ini PT. Prawasta Sugih Jaya dalam pelaksanaan satu bulan berjalan ini cukup berjalan lancar dan sesuai target, capaian dan tahapan-tahapannya, ucap PPK.

Baik secara teknis pelaksanaannya, maupun konektivitas laju kendaraan yang melintas jembatan sementara (bailley) semuanya bisa teratasi dengan diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan skema buka tutup di lokasi proyek, tegas PPK.

Sejumlah warga yang berhasil diwawancarai mengenai adanya penggatian jembatan Cidadap mengakui, bahwa merupakan langkah yang tepat bagi PPK 4.4 Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Jabar.

Mengingat gorong-gorong jembatan Cidadap lama adalah gorong-gorong jaman dulu atau gorong-gorong buatan jaman Belanda yang kondisinya sudah tidak mampu lagi mengalirkan air, terlebih dengan kondisi debid air yang cukup besar berasal dari gunung Galunggung kerap terjadi banjir hingga menggenangi rumah-rumah warga sekitar jembatan, ujar Deri (30) warga Pageningan mewakili sejumlah warga lainnya.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *