Proyek Rehabilitasi Irigasi Bantuan DAK pada UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki Berjalan Lancar

TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Mengingat pengelolaan sumber daya air merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan semua pihak sebagai pengguna, pemanfaat
maupun pengelola, maka Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai (WS) Ciwulan-Cilaki terus berupaya menormalisasi urusan pengairan (irigasi) dalam wilayah kerjanya.

Merupakan ujung tombak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar, oleh karenanya UPTD PSDA-WS Ciwulan-Cilaki melalui Bidang Irigasi tetap konsisten mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk kemakmuran petani meski kudu berjibaku hingga ke pemerintah pusat.

Melalui proses yang cukup panjang, hasilnya di tahun 2023 ini dua Daerah Irigasi (DI) yakni DI Padawaras dan DI Ciramajaya dapat direhabilitasi melalui perbantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak kurang dari Rp20 miliar. Diantaranya, sebesar Rp15 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi DI Padawaras dan Rp5,4 miliar teralokasi ke DI Ciramajaya.

Hal tersebut cukup dibenarkan Henki Suseno, ST selaku Penjabat Pungsional Bidang Irigasi pada UPTD PSDA-Wilsung Ciwulan-Cilaki. Menurutnya,
meski perbantuan anggaran baru sebagiannya saja yang terkucur dari pemerintah pusat di 2023 ini, namun setidaknya usulan yang kita ajukan akan kembali ada di tahun 2024 mendatang untuk keberlanjutannya.

Dikatakan Henki, dua kegiatan rehabilitasi DI yang dibiayai melalui DAK tersebut sampai saat ini pelaksanaannya sudah memasuki minggu ke-17, keduanya berjalan sesuai rencana. Artinya, capaian yang dihasilkan cukup signifikan dan lancar, ujar Henki ditemui Rabu (2/8/2023) di kantornya.

Ditempat yang sama, Iman Setiana, S.Sos Kepala SUP Cikaengan-Ciwulan yang juga selaku tim pendukung pada proyek rehabilitasi DI Padawaras dan Ciramaja cukup membenarkan, kalau kedua proyek dalam pengawasannya tersebut semuanya on progres.

Untuk DI Padawaras misalnya, capaian pekerjaannya sudah 70%. Artinya, dari total panjang 810 meter pemasangan jaringan pipanisasi shipon berdiameter 1 meter tersebut, sampai saat ini menyisahkan pekerjaan sekitar 150 meter lagi.

Dengan demikian, garapan
PT. Mega Karya Centralindo asal Jakarta selaku kontraktor pelaksana itu akan kelar lebih awal. Kami pastikan pada bulan Oktober sudah rampung, sehingga sisah waktunya yang berakhir sampai 9 November akan kita manfaatkan pada pekerjaan talang air dan pintu air, ujar Iman.

Kami berharap, dengan adanya pekerjaan Rahabilitasi Jaringan Irigasi DI Padawaras di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya yang meliputi enam desa. Diantaranya, Desa Bantarkalong, Kertasari, Padawaras, Darwati sampai Sindangkerta tersebut hasilnya nanti dapat benar benar bermanfaat dan terkelola dengan baik akan kebutuhan air-nya. Baik oleh masyarakat pada umumnya maupun masyarakat petani pada khususnya, tutup Iman.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *