BANDUNG,||Pelita Online||Penyediaan internet adalah upaya pemerataan infrastruktur, seperti halnya jalan tol langit. Program ini adalah upaya Presiden Joko Widodo dalam memberikan pemerataan akses masyarakat terhadap internet melalui penyediaan sarana prasarana konektivitas berbasis TI.
Namun sayangnya program strategis ini dicederai oleh pusaran korupsi, dengan ditetapkan nya Kemenkominfo Jhonny G Plate Maret 2023 lalu oleh Kejagung RI.
Jhonny terkait kasus korupsi proyek penyediaan infrastruktur based transciever station (BTS) 4G BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentu berimbas kepada perluasan dan jangkauan internet di Tanah Air.
Seperti diketahui BAKTI ini sebagai lanjutan dari program backbone Palapa Ring yang sudah ada dari Sabang sampai Merauke.
korupsi di lingkungan Kominfo ini cukup mengecewakan. Ini karena berlangsung di tengah program e-governance yang dicanangkan Joko Widodo (Jokowi) sejak awal menjadi presiden menjadi terhambat. Apalagi Indonesia sedang giat memperkuat keamanan dan kekuatan siber dalam negeri. Karenanya, korupsi ini menjadi penghambat.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan Rafael Situmorang mengatakan bahwa terlepas dari kasus yang terjadi di kementerian, Program BAKTI Kemenkominfo harus tetap berjalan di Jawa Barat.
Pada program ini Diskominfo Jabar harus bisa melakukan koordinasi baik kepada Kemenkominfo maupun Pemerintah Kab, Kota di Jabar.
Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak memiliki desa digital di indonesia, data yang diterima Diskominfo Jabar pada tahun lalu, ada 620 Desa yang masih masuk kedalam kategori blank spot (tidak terjangkau akses internet).
“Kami Tegaskan Program BAKTI dapat mendukung realisasi Desa Digital di jawa barat untuk tahun 2023 ini. Ada banyak aspirasi yang masuk ke kita, ( Fraksi PDIP DPRD Jabar). Per hari ini ( Rabu 21 Juni 2003 ). Masih banyak desa-desa dibeberapa kabupaten yang masih blank spot. Terutama diwilayah Garut Selatan.
Saya minta pada tahun 2023 ini, semua daerah di Jabar tidak lagi ada yang blank spot sehingga pemerataan akses masyarakat terhadap layanan internet dapat terwujud.”. Urai Rafael Situmorang





