Berpikir Permanenkan PJJ || Oleh : Dadan Supardan

BANDUNG,||Pelita Online||Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan metode paling ideal di masa pandemi covid-19. Bahkan jika melihat tren perkembangan teknologi informasi, bukan hal yang muskil PJJ dipermanenkan di era digital kini. Kalaupun masih ada pembelajaran tatap muka (PTM) nantinya lebih bersifat komplemen.

Berpikir memermanenkan PJJ berarti kita sudah menggeser orientasi. Segenap pemikiran ditujukan pada proses PJJ yang lebih baik. Kita fokus pada proses PJJ sambil melakukan langkah-langkah perbaikan akan beragam kekurangan dan kelemahannya.

Dengan demikian, PJJ tidak lagi dipandang sebagai batu loncatan atau kegiatan sementara selama pandemi. Melainkan PJJ dinilai sebagai metoda pembelajaran ideal yang sesuai dengan perkembangan zaman. PJJ sebagai pola pembelajaran peradaban baru bidang pendidikan.

Langkah awal yang paling strategis yakni memahami terlebih dahulu PJJ secara kafah. Lakukan kajian mendalam. Tujuannya agar dalam praktiknya memenuhi kaidah-kaidah PJJ secara menyeluruh, sehingga jauh dari kesan mendadak, tanpa perencanaan matang, atau bahkan membigungkan.

Lalu, regulasi penopang, kurikulum, bahan ajar, perangkat pendukung, panduan-panduan pelaksanaan PJJ, formulasi evaluasi, mesti sudah tertata dengan jelas. Jadi, pelaksanaan PJJ akan berjalan pada koridor yang terarah. Tentunya dengan mempertimbangkan terbukanya ruang inovasi dan kreativitas baik dari peserta didik maupun pendidik.

Sosialisasi pun perlu dilakukan secara masif supaya segenap stakeholder pendidikan memiliki kesiapan mental. Selanjutnya diharapkan akan tumbuh kesadaran bersama bahwa segala persoalan atau hambatan berkenaan dengan pelaksanaan PJJ bukan lagi beban tetapi sebagai sebuah tantangan.

Lebih jauh lagi PJJ akan dipandang sebagai keniscayaan untuk dijalani. Jadi PJJ dilaksanakan penuh gairah dengan sentuhan inovasi dan kreativitas. Dalam menjalankan PJJ jiwa kita sudah tidak lagi terbelenggu oleh covid-19.

Jika pemikiran sudah bulat untuk melaksanakan PJJ, maka segenap kekuatan akan dicurahkan guna kesuksesan penyelenggaraannya. Langkah-langkah strategis, kreatif, inovatif disiapkan secara cermat dan cerdas. Semua itu akan memupus keraguan banyak pihak terhadap keunggulan PJJ.

Beberapa contoh bisa diuraikan untuk mendukung PJJ berkualitas. Di antaranya mematangkan konsep PJJ agar tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga efektif membentuk karakter peserta didik. Lalu, mendayagunakan segenap sarana pendukung PJJ guna memudahkan penyampaian bahan ajar, seperti optimalisasi pemanfaatan modul, radio, TV, dan sebagainya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung PJJ via online (daring) mutlak dilakukan agar peserta didik di manapun berada mudah mengakses internet. Penyediaan fasilitas pembelajaran daring seperti kuota gratis, android, tablet, laptop khususnya bagi peserta didik kurang mampu juga harus dipenuhi. Dalam hal ini, kebijakan penggunaan dana BOS, pemberian pulsa, pembagian handphone, meminjamkan tablet, penggunaan TV pendidikan, dan radio pendidikan sudah sejalan dengan semangat PJJ.

Pembangunan infrastruktur pendukung PJJ akan lebih atraktif lantaran pemerintah tidak lagi memikirkan pembangunan gedung unit sekolah baru (USB), ruang kelas, dan infrastruktur pendidikan lainnya.

Semua ruang PJJ

Sebagai salah satu contoh kreativitas pelaksanaan PJJ adalah penyediaan ruang belajar di tempat-tempat strategis. Di setiap kantor RW, desa, kelurahan, kecamatan disediakan ruang belajar dengan daya dukung internet gratis yang memadai. Peserta didik bisa melakukan kegiatan belajar secara berkelompok di ruang-ruang belajar tersebut.

Adapun pertemuan tatap muka di sekolah bisa dilakukan sewaktu-waktu dalam jumlah terbatas secara bergantian untuk kegiatan praktik atau penyampaian program dan kebijakan sekolah.

Dengan konstruksi demikian, persoalan zonasi saat penerimaan peserta didik baru otomatis akan sirna. Kebutuhan sosial dan interaksi antarpeserta didik pun terpenuhi. Keberhasilan pembelajaran tetap berbasis pada kapasitas, kreativitas, dan tingkat disiplin individu peserta didik serta kekuatan sistem, kreativitas, dan inovasi yang dibangun para pengajar (sekolah).

Tentunya akan terformulasikan banyak inovasi dan kreativitas saat semua sepakat untuk menjalankan PJJ secara permanen. Sasarannya peningkatan kapasitas guru, sekolah, keluarga, masyarakat, dan kapasitas peserta didik itu sendiri. Semuanya mengerucut pada pelaksanaan PJJ berkualitas sehingga melahirkan lulusan yang unggul. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *