TASIKMALAYA||Pelita Online||- Akibat tidak matangnya perencanaan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Wilayah Sungai (Wilsung) Citanduy menyebabkan kegagalan pada paket proyek rehabilitasi jaringan irigasi Cimulu.
Sebagaimana diketahui, gagalnya konstruksi itu penyebabnya adalah tidak sesuainya kondisi saat perencanaan dengan kondisi saat pelaksanaan proyek.
Seperti permasalahan pasangan batu maupun pembuatan tembok penahan tanah (TPT) diduga kuat telah terjadi pembongkaran ulang, lantaran adanya gagal konstruksi. Tak pelak, hasil pekerjaan yang telah terlanjur jadi itu harus mengalami perubahan.
Data lain yang berhasil dihimpun Pelita Online di lapangan yang terdapat di ruas 30, 28 dan 29 dimana pembuatan TPT baru itu hasilnya cukup tidak mencerminkan proyek bernilai Rp 3,4 miliar.
Masih dalam rangkaian kegiatan jaringan irigasi permukaan, di lingkup UPTD PSDA Wilsung Citanduy pada pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Cimulu tahun 2022 ini.
Informasi halnya tertuju pada bidang pekerjaan lantai dasar kantong lumpur, dimana pekerjaan dengan konstruksi cor beton di dasar mercu bendung Cimulu itu sudah santer terdengar kalau pihak penyedia sudah menyatakan ketidak sanggupannya ke pihak UPTD PSDA Wilsung Citanduy.
Hal ini diperkuat dengan masih tergeletaknya besi wiremash di sekitar lokasi proyek. Bahkan, besi wiremash yang bernilai ratusan ribu perlembar itu berangsur menghilang seiring kabar informasi yang berhasil diterima Pelita Online bahwa pengecoran di dasar kantong lumpur itu dibatalkan dan dialihkan penyedia kepekerjaan lain.
Mencoba mendapat konfirmasi dari pihak penjabat yang berwenang pada UPTD PSDA Wilsung Citanduy, baik PPK Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cimulu maupun Kepala UPTD, setelah berulang kali ditemui pejabat terkait atau kepala kantor kerap tak berada di tempat.|tommy riyaldi|





