Daddy Rohanady Minta Pemerintah Pusat Lengkapi Fasilitas BIJB Kertajati         

MAJALENGKA,|| Pelita Online ||- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kebanggan masyarakat Jawa Barat .Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka itu oleh Pemerintah Pusat telah ditetapkan sebagai salah satu bandara untuk pemberangkatan haji dan umroh. Selain itu, bandara tersebut ditetapkan pula sebagai tempat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat TNI dan Polri.

Sejak tahun 2020 silam Kemenag telah menetapkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, sebagai salah satu embarkasi haji. Sayang kebijakan tersebut hingga kini belum juga terealisasi.Demikian hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady Kartadipura di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegor no 27 Kota Bandung baru-baru ini,

Lebih Lanjut dikatakan polotisi partai berlambang burung garuda ini penyebab tak jalannya kebijakan pemerintah tersebut banyak. Salah satunya,  adalah belum lengkapnya fasilitas penunjang Bandara,jelas wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Jabar 12 meliputi Kabupaten Indramayu,Cirebon dan Kota Cirebon.

“Sebuah bandara Internasional yang bisa digunakan untuk embarkasi haji itu tak cukup hanya punya hangar, landasan dan pemandu lalu lintas udara. Butuh ruang transit, asrama haji, hotel dan lain-lain,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Lebih lanjut dikataka Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra-Persatuan DPRD Provinsi Jawa Barat ini,“ Sekarang kan anda semua bisa lihat sendiri seperti apa kelengkapan fasilitas penunjangnya,saat ini Bandara Kertajati belum memiliki depot pengisian bahan bakar pesawat yang memadai untuk mendukung penerbangan internasional.

“Jadi memang Kertajati belum bisa dijadikan embarkasi haji,” tandas anggota dewan yang pernah jadi redaktur di Majalah Ummat ini
Dalam pandangan Daddy, hingga kini pemerintah pusat seolah tak sungguh-sungguh akan menjadikan Bandara Kertajati jadi sebuah bandara internasional yang representatif.

Belum lagi, katanya akses menuju Bandar Kertajati masih terbatas mengingat hingga kini Tol Cisumdawu belum juga kelar. Menurutnya, warga Jawa Barat dari Garut, Bandung, Tasikmalaya dan Ciamis enggan menggunakan bandara Kertajati karena harus memutar dulu menggunakan Tol Cipali. Pun demikian, kata Daddy, warga jawa barat dari arah Cianjur, Sukabumi dan Bogor.
“Kalau Cisumdawu selesai, orang dari arah bandung hanya butuh 1 jam lebih bisa sampai di bandara,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Daddy masih berharap pemerintah bisa segera melengkapi sarana penunjang BIJB agar bandara kebanggan warga Jawa Barat itu bisa segera difungsikan sebagai embarkasi haji,“Akan kita dorong terus,” tutupnya (adikarya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *