Kisah Tomi Sang PPPA Situ Gede: Kalau Kering Apa Yang Harus Dialirkan

TASIKMALAYA||Pelita Onmine||-Air adalah sumber kehidupan, dimana air mengalir disana ada kehidupan yang terus berkembang. Memang, bangsa kita telah dianugerahi tuhan air yang begitu besar. Manjadi tugas kita untuk dapat memanfaatkannya dan menjaga kelestariannya.

Dikelilingi pohon-pohon yang rindang dan pulau kecil ditengahnya, terlihat air begitu tenang dengan pemancing dan penjala ikan yang seakan bercengkrama penuh keceriaan. Disinilah sumber air dan petani di dua Kecamatan dalam Wilayah Kota Tasikmalaya yaitu Kecamatan Mangkubumi dan Cihedeung bertemu menumbuhkan kehidupan.

Disini pula tugas saya sehari-harinya. Bahkan tak terasa, 17 tahun sudah saya mengemban amanah sebagai Petugas Penjaga Pintu Air (PPPA) Situ Gede Kota Tasikmalaya, ungkap Tomi Aminudin (58) dalam perbincangannya dengan Pelita Online, Kamis (8/9/2022) siang.

Setiap pukul 8 pagi, saya sudah disini (Situ Gede) untuk memantau satu persatu pintu air atau yang biasa disebut outlet yang secara keseluruhannya berjumlah lima pintu berupa Bangunan Situ Gede (BSG).

Setelah semuanya terpantau, tercatat dengan rumus semuanya berjalan semaksimal mungkin, bahwasannya sang air sudah terbagi dengan adil. Barulah rehat sejenak sambil menatap jelas arus sang ombak Situ Gede yang elok.

Setiap hari kerja tugas ini saya jalankan dengan sangat terencana, “setiap tugas saya jalankan yang tentunya tak lepas dari kerjasama dan komunikasi dengan atasan”, jelas Tomi

Karena saya sadar, tugas yang saya emban ini merupakan rangkaian penting yang tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan, ungkap bapak empat orang putri ini.

Di Situ Gede ini adalah medan perjuangan saya sejak tahun 2006, jadi saya sangat paham berapa kebuthan air yang harus saya keluarkan dari setiap pintu airnya.

Misalanya untuk outlet 1 atau Bangunan Situ Gede (BSG) 1, kebutuhan air nya untuk 92 haktare lahan pertanian yang berada di Kec.Mangukumi dan Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya.

BSG dua, untuk wilayah Sambong seluas 15 haktare, BSG 3 wilayah Gadog 10 haktare, BSG 4 Wilayah Pendeuy 4 Haktare dan
BSG 5 Kampung Maniis dan sekitarnya seluas 11 haktare, jelas Tomi yang November 2022 ini mengaku pensiun sebagai tenaga kontrak PPPA Situ Gede.

Dalam pengakuannya, seringkali jiwanya terancam oleh pengelola lahan yang datang dengan tiba-tiba membawa amarah dan prasangka menuntut kepentingan tanpa mendahulukan tata krama.

Tapi bagi saya alasan yang tepat kalau saya jelaskan apanya yang harus saya alirkan kalau Situ Gede Situ Gede-nya sendiri tidak apa airnya.

Dan memang seperti itulah pak urusan air, sama seperti api. Merambat, menjalar dan panas, ungkap Tomi.

Pernah beberapa kali, mengalami kekeringan. Karena, Situ Gede ini adalah salah satu Situ tadah hujan, kalau lagi musim hujan berkepanjangan, air nya meninggi, demikian sebaliknya, kalau lagi musim kemarau ya kering, jelas Tomi mengisahkan pengalamannya.

Insyah Allah saya siap, kalau masih dibutuhkan, kalau pun tidak dibutuhkan lagi ya aturan pemerintahnya memang sampai usia 58 tahun masa tugas seorang PPPA itu, terang Tomi Aminudin.|tommy riyaldi|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *