TASIKMALAYA|Pelita Online|Salah satu rencana besar yang perlu melibatkan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah Tasikmalaya yaitu normisasi Sungai, Bendung dan Irigasi Cibanjaran yang secara keseluruhan merupakan bagian dari wilayah sungai.
Berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Sungai, Bendung dan Irigasi Cibanjaran ini memiliki banyak fungsi.
Sebagian besar masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya memiliki mata pencaharian sebagai petani dan budidaya ikan.
Dengan adanya sungai dan irigasi Cibanjaran ini secara signifikan menopang meningkatkan hasil dari mata pencaharian masyarakat dua kabupaten tersebut.
Fungsi Sungai, Bendung dan Irigasi Cibanjaran ini sangat strategis. Antara lain untuk mengalirkan luapan air kawah Gunung Galunggung, untuk kepentingan irigasi serta yang amat penting merupakan bagian bahan utama pemenuhan kebutuhan air Situ Gede yang ada di Kota Tasikmalaya.
Pantauan Pelita Online, mulai dari Sungai, Bendung dan Irigasi Cibanjaran Kamis (11/8/2022) cukup menarik untuk menjadi sebuah laporan ketingkat Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar selaku pengemban tugas.
Dimulai dari Bendung Cibanjaran, terlihat tubuh bendung yang terdiri dari tiga pintu, yakni pintu sadap, pintu intake dan pintu penerus tersebut masih nampak terlihat kokoh dan berfungsi sesuai fungsinya masing-masing.
Hanya saja, dibagian sebelah kanan Bendung, tidak kurang dari 20 meter dari tubuh bendung terlihat adanya bagian dari tembok bendung yang saat ini kondisinya perlu segera mendapat penanganan perbaikan.
Karena kalau tidak segera diperbaiki, tidak menutup kemungkinan tempat dimana pondasi pelindung bendung (revetment) yang terus menenerus tergerus air oleh (scoured) atau hempasan air dengan daya aliran yang kuat bukan saja akan mengancam pelindung bendung, melainkan dapat memutus jalan inspeksi sungai yang kalau terjadi berdampak banjir terhadap warga masyarakat sekitar.
Hal ini dimungkinkan, lantaran air yang terus menerus menggerus sudah mulai membentuk tanah dan pelindung bendung layaknya pintu terowongan atau goa.
Selanjutnya yang perlu mendapat perbatian serius pemerintah Provinsi Jawa Barat, adalah pentingnya normalisasi saluran induk irigasi Cibanjaran.

Yang mana, segudang permasalahan terdapat di Irigasi Cibanjaran yang memiliki panjang tak murang dari 5 kilometer itu ibarat penyakit sudah ditingkat kronik.
Penyakitnya bukan saja tingginya sedimen yang perlu diangkat, rumput-rumput yang sudah mulai menutupi konstruksi irigasi atau penyakit tambahannya oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang serinhkali dengan seenaknya membuang sampah ke irigasi, sehingga menambah beban berat petugas irigasi.
Demikian juga dengan pintu-pintu air yang terdapat banyak disepanjang irigasi, yang ketika ditanya mengaku perlu pemeliharaan dan perbaikan, lantaran sudah cukup lama juga tidak disentuh oleh petugas.
Dengan normalisasi irigasi Cibanjaran ini, selain memiliki manfaat lain dalam rangka pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten/Kota Tasikmalaya, yang secara signifikan mampu mendongkrak perekonomian warga baik dari segi pertanian, perikanan dan wisata daerah.|tommy riyaldi|





